Jangan hanya memproses mereka yang berada di garis depan ketika bentrokan terjadi jika ternyata ada pihak lain yang secara hukum terbukti memiliki peran dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Pemerintah Harus Lebih Peka
Tragedi Setokok juga menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.
BP Batam, pemerintah daerah, serta instansi pertanahan harus lebih cepat merespons persoalan pertanahan yang berpotensi menimbulkan konflik.
Jangan sampai persoalan status, alokasi, pemanfaatan maupun penguasaan lahan dibiarkan berlarut-larut hingga akhirnya masyarakat mengambil tindakan sendiri.
Kejelasan status lahan harus menjadi prioritas.
Masyarakat juga harus diberikan ruang untuk memperoleh informasi mengenai dasar hukum penguasaan dan pemanfaatan lahan secara transparan.
Jangan Ada Lagi Tragedi Berdarah Karena Lahan
Redaksi BTM.CO.ID menilai, tragedi Setokok harus menjadi momentum untuk menghentikan pola penyelesaian sengketa lahan dengan menggunakan kelompok pengamanan.
Bagi siapa pun yang merasa memiliki hak atas lahan, tempuh jalur hukum.
Bagi pemerintah, perjelas status dan alokasi lahan.
Bagi aparat penegak hukum, usut seluruh rangkaian peristiwa secara profesional berdasarkan fakta dan alat bukti.
Dan bagi perusahaan maupun pengusaha yang berkepentingan terhadap lahan, jangan menggunakan masyarakat atau organisasi sebagai alat untuk menghadapi pihak lain dalam sengketa.
Jika dalam penyidikan terbukti terdapat pihak perusahaan, pengusaha, kelompok masyarakat atau individu yang melakukan tindak pidana, maka seluruhnya harus diproses sesuai hukum.
Batam membutuhkan investasi dan pembangunan. Tetapi pembangunan tidak boleh dibayar dengan pertikaian dan hilangnya nyawa manusia.
Setokok harus menjadi tragedi terakhir. Jangan sampai perebutan klaim lahan kembali berubah menjadi tragedi berdarah.
Redaksi BTM.CO.ID turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang terjadi di Setokok. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, seluruh amal ibadahnya diterima, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan. (Redaksi BTM.CO.ID)
