BTM.CO.ID, BATAM – Yassierli selaku Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke galangan kapal milik PT ASL Shipyard Indonesia di Batam. Dalam kunjungannya, Menaker memberikan peringatan keras agar perusahaan meningkatkan standar keselamatan kerja dan memastikan tidak ada lagi kecelakaan di lingkungan kerja.
Dalam keterangannya, Yassierli menegaskan bahwa pemerintah tidak akan segan mengambil langkah tegas apabila kecelakaan kerja kembali terjadi di galangan tersebut.
“Kalau ada kejadian kecelakaan lagi, saya akan rekomendasikan untuk ditutup,” tegas Yassierli saat meninjau langsung lokasi galangan kapal.
Ia mengaku prihatin dengan tingginya angka kecelakaan kerja yang terjadi di sektor galangan kapal. Menurutnya, keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama setiap perusahaan.
“Ini sangat miris. Sekitar 20 orang meninggal dunia akibat sistem kerja yang tidak sesuai dengan prosedur keamanan,” ujarnya.

Sementara itu, insiden kecelakaan kerja di laut juga baru saja terjadi di perairan Batam. Kapal tunda ASL Mega dilaporkan mengalami kecelakaan tragis saat menjalankan tugas mengawal kapal kontainer Kyparissia pada Jumat (6/3/2026) siang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 hingga 14.00 WIB. Kapal milik perusahaan ASL tersebut tiba-tiba terbalik (capsize) saat sedang beroperasi di laut.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya tiga orang awak kapal dilaporkan meninggal dunia. Tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi serta pencarian terhadap awak kapal yang diduga sempat terperangkap di dalam kapal.
Sejauh ini, tiga jenazah korban telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Aini di wilayah Batuaji.
Meski demikian, pihak kepolisian masih berhati-hati dalam memberikan keterangan resmi terkait kronologi kejadian. Kapolsek Batuaji, Bayu Rizki Subagyo, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap informasi yang beredar.
“Kami belum bisa membenarkan adanya kejadian tersebut karena sejauh ini belum ada laporan resmi yang masuk kepada kami,” ujar Bayu saat dikonfirmasi.
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan kapal tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. (Btm/tim/ddr)










