Amsakar Dorong Tanjung Banon Jadi Kawasan Produktif, Potensi Lokal Harus Dikembangkan

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong pengembangan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat di Tanjung Banon, Rempang, agar mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan warga.

Menurut Amsakar, pengembangan kawasan harus dilakukan secara terencana melalui kajian berbasis kondisi lapangan, dengan melibatkan perguruan tinggi dan masyarakat. Langkah ini dinilai penting agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Hal tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri Festival Transmigrasi 2026 dan Doa untuk Negeri bersama ulama KH Das’ad Latif, Ph.D., di SP 1 Tanjung Banon, kawasan Rempang Eco City, Sabtu (10/10/2026).

Amsakar menyambut baik penyelenggaraan festival yang menjadi ruang silaturahmi sekaligus momentum untuk memperkuat optimisme masyarakat dalam mengembangkan potensi wilayahnya.

“Acara ini merupakan momentum yang baik untuk menyatukan semangat dan membangun optimisme masyarakat. Mudah-mudahan kegiatan ini menyemangati warga yang ada di sini agar lebih optimal menjadikan kawasan ini sebagai wilayah yang produktif, berkembang, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pemko Batam Evaluasi Titik Banjir, Data Harus Terus Diperbarui

Amsakar menegaskan, pengembangan kawasan transmigrasi di wilayah Barelang yang mencakup Batam, Rempang, dan Galang membutuhkan perencanaan matang dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan masyarakat.

Ia menilai, keterlibatan perguruan tinggi diperlukan untuk menghasilkan kajian yang objektif mengenai potensi dan persoalan di kawasan tersebut. Hasil kajian itu diharapkan menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan yang tepat dan berkelanjutan.

Sejumlah aspek yang perlu dikaji meliputi pemanfaatan lahan, kelestarian lingkungan, aktivitas ekonomi masyarakat, hingga potensi pariwisata.

“Ketika kampus dilibatkan, kita berharap kondisi kawasan ini dapat dipotret secara objektif, mulai dari pemanfaatan lahan, isu lingkungan, aktivitas ekonomi masyarakat hingga potensi pariwisata. Dengan begitu, kita bisa menentukan langkah yang tepat untuk menggerakkan potensi masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:  Amsakar: Pembangunan Batam Butuh Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Menurutnya, pemetaan potensi secara menyeluruh diperlukan agar pengembangan kawasan dapat berjalan seimbang, baik dari sisi pembangunan fisik, pelestarian lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara, menekankan pentingnya membangun kemandirian masyarakat di kawasan transmigrasi.

Ia menyampaikan, dukungan pemerintah perlu diimbangi dengan keterlibatan aktif warga dalam mengelola potensi wilayah dan mengembangkan kegiatan ekonomi secara mandiri.

“Masyarakat harus menjadi penggerak utama dalam mengembangkan potensi wilayahnya. Kita tidak bisa hanya bergantung kepada pemerintah, tetapi masyarakat juga harus diberdayakan agar mampu mengelola potensi yang ada dan menciptakan peluang ekonomi secara mandiri,” ujarnya.

BACA JUGA:  APBD Batam 2027 Tak Sekadar Serap Anggaran, Amsakar Tekankan Dampak Nyata untuk Warga

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat usaha lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Dengan peningkatan kapasitas dan keterampilan, masyarakat diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam mengelola sumber daya serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Festival Transmigrasi 2026 di Batam juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan kawasan Barelang. Pengembangan tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta optimalisasi potensi ekonomi daerah.

Melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Tanjung Banon diharapkan berkembang menjadi kawasan produktif dengan peluang ekonomi yang semakin luas.

Dengan demikian, keberhasilan pembangunan kawasan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari meningkatnya kemandirian masyarakat dan kesejahteraan warga. (Btm/r)

  • Bagikan