Presiden Prabowo Subianto: Penyelamatan Aset Negara oleh Satgas PKH Hampir 10 Persen APBN

  • Bagikan

BTM.CO.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi kepada Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) atas capaian penyelamatan keuangan dan aset negara yang nilainya mendekati 10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam kegiatan Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara serta Hasil Penguasaan Kembali Kawasan Hutan Tahap VI yang digelar di Istana Negara, Jumat (10/4/2026).

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa capaian tersebut sangat signifikan bagi masa depan pembangunan nasional. Ia menyebut, dengan APBN sekitar Rp3.700 triliun, nilai aset yang berhasil diselamatkan mendekati 10 persen dari total anggaran negara.

“APBN kita sekitar Rp3.700 triliun. Apa yang telah diselamatkan hampir mendekati 10 persen. Bayangkan jika dana sebesar itu digunakan untuk kepentingan rakyat, kita bisa memperbaiki seluruh sekolah di Indonesia, membuatnya modern dan terdigitalisasi, serta membangun ribuan jembatan di desa-desa,” ujar Presiden.

BACA JUGA:  LIVE STREAMING: Biaya Penerbangan Haji 2026 Naik Rp1,77 Triliun, Pemerintah Matangkan Skema Pembiayaan Tidak Dibebankan ke Jama'ah

Presiden juga menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Luasnya wilayah Indonesia dan kompleksitas persoalan di lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi Satgas PKH. Bahkan, menurutnya, sejumlah anggota di lapangan menghadapi ancaman dan intimidasi.

“Saya memahami betapa sulitnya pekerjaan ini. Banyak yang diancam dan diintimidasi. Namun, menjaga dan menyelamatkan kekayaan negara adalah pekerjaan yang penuh kehormatan dan kemuliaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan bahwa masih terdapat oknum di dalam birokrasi yang menyalahgunakan kewenangan untuk mendukung praktik ilegal seperti penyelundupan, tambang ilegal, dan perkebunan ilegal.

BACA JUGA:  Menyusuri Istana, Menyulam Mimpi: Pengalaman Tak Terlupakan Pelajar SMP 39 Jakarta

“Kita harus akui, masih ada yang diberi kepercayaan oleh negara justru membantu mereka yang mencuri uang negara. Ini harus dihentikan,” katanya.

Ia kembali menegaskan bahwa bekerja di pemerintahan merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara, serta menyerukan kepada seluruh aparat untuk menjalankan tugas dengan penuh integritas.

“Saya sudah berkali-kali menekankan, bekerja di pemerintah adalah pengabdian. Sudah terlalu lama kekayaan bangsa dirampok,” ujarnya.

Presiden juga menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang mencoba menghalangi upaya penyelamatan kekayaan negara.

BACA JUGA:  NEWS VIDEO: Mobil Nasional Segera Hadir, Pemerintah Siapkan Brand dan Produsen

“Jika ada yang mengancam atau menghalangi, saya akan menggunakan seluruh kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang Dasar 1945 untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, total nilai denda administratif dan penyelamatan keuangan negara pada tahap ini mencapai lebih dari Rp11,4 triliun.

Di akhir arahannya, Presiden menginstruksikan kepada jajaran terkait, termasuk TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga, untuk memperkuat sinergi dalam memberantas kebocoran anggaran dan praktik penyelundupan yang masih terjadi.

“Hukum adalah instrumen untuk menjaga kekayaan bangsa. Tanpa itu, tidak mungkin rakyat kita hidup sejahtera,” pungkas Presiden. (Btm/ddr)

  • Bagikan