Bencana Longsor Bandung Barat 11 Meninggal dan 79 Hilang, KDM: Ini Catatan Penting Kesalahan Kita terhadap Alam

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), memberikan catatan penting atas peristiwa tanah longsor yang menimbun perkampungan warga di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat dini hari (23/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Berdasarkan data terkini, bencana longsor tersebut berdampak pada 37 Kepala Keluarga (KK) dengan total 114 warga terdampak. Dalam peristiwa ini, 11 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 23 warga berhasil selamat dan telah dievakuasi ke lokasi pengungsian. Hingga saat ini, sebanyak 79 orang lainnya diduga masih tertimbun material longsor dan proses pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa peristiwa longsor ini harus menjadi pengingat serius bagi semua pihak bahwa bencana dapat menimpa siapa saja.

BACA JUGA:   Ops Damai Cartenz Berhasil Evakuasi 8 Korban Penembakan KKB

“Longsor yang dialami oleh saudara kita di Bandung Barat menjadi catatan penting bahwa bencana bisa menimpa siapa saja, tanpa orang tersebut melakukan perbuatan yang secara langsung mengakibatkan bencana,” ujar Dedi Mulyadi.

Menurut KDM, salah satu penyebab utama meningkatnya potensi bencana adalah kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan yang tidak terkendali. Lereng-lereng gunung yang seharusnya menjadi kawasan resapan air kini berubah menjadi lahan tanaman sayur dan kebun bunga, bahkan menggunakan sistem greenhouse dengan media plastik.

BACA JUGA:   Masa Depan Polri PRESISI dan Hak Asasi Manusia

“Itu adalah fakta bahwa kita sudah berbuat salah terhadap areal-areal perbukitan,” tegasnya.

Selain itu, KDM juga menyoroti alih fungsi persawahan menjadi kawasan perumahan, pendangkalan sungai, serta bantaran dan sempadan sungai yang berubah menjadi kawasan komersial. Kondisi tersebut dinilainya sebagai bentuk kelalaian kolektif terhadap keseimbangan alam.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, untuk melakukan introspeksi dan mengubah perilaku eksploitasi terhadap alam.

“Sudah saatnya kita mengintrospeksi diri, mengubah seluruh perilaku buruk yang menjadikan alam hanya sebagai bahan eksploitasi, tanpa mempertimbangkan keharmonisan dan keselarasan hidup,” ujarnya.

KDM menekankan bahwa manusia sejatinya hanya “menumpang” di bumi dan sudah seharusnya menghormati alam sebagai tempat kehidupan bersama.

BACA JUGA:   Khusus Pelajar, Tiket Masuk Candi Borobudur Cuma Rp. 5000

“Pemerintah harus sadar akan kesalahannya, masyarakat pun harus menyadari bahwa tindakan yang bertentangan dengan alam pada akhirnya akan menjadi bencana dan menimpa siapa pun tanpa melihat latar belakang kehidupannya,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Gubernur Jawa Barat menyampaikan ucapan duka cita mendalam kepada para korban.

“Saya menyampaikan duka yang mendalam atas bencana yang terjadi di Cisarua dan di berbagai tempat di Provinsi Jawa Barat. Semoga kita semua menjadi manusia yang tersadarkan,” pungkas KDM. (Btm/DDR)




  • Bagikan