KSP Pastikan Pasokan Aman, Mutu Terjamin, dan Kawal Swasembada Energi Prioritas Presiden

  • Bagikan

BTM.CO.ID, JAKARTA — Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, memimpin langsung verifikasi lapangan ke Integrated Terminal Jakarta (Terminal BBM Plumpang) yang dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga, Jakarta Utara, Senin (22/6). Langkah taktis ini diambil untuk menjalankan fungsi monitoring dan evaluasi (monev) yang tegas guna memastikan seluruh arahan Presiden terkait penguatan ketahanan energi nasional, pengurangan ketergantungan impor BBM, dan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan serta penguatan ekonomi berjalan nyata di tingkat operasional.

Dalam peninjauan strategis ini, Kepala Staf Kepresidenan didampingi oleh jajaran pemangku kepentingan utama sektor energi nasional, antara lain Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas; Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra; serta Direktur Optimasi Hilir & Distribusi, Hari Purnomo.

“Hari ini saya datang langsung ke Terminal BBM Plumpang untuk memastikan arahan Presiden berjalan nyata di lapangan. Intinya, negara hadir untuk memastikan kebutuhan dasar energi rakyat tetap aman dan terkendali,” ungkap kastaf di hadapan awak media.

Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan secara langsung di lapangan bahwa stok BBM berada dalam posisi aman, kualitasnya terjamin, serta jalur distribusi dari terminal ke masyarakat berjalan lancar guna mencegah potensi kelangkaan maupun antrean panjang di SPBU. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah bahwa negara hadir memastikan kebutuhan dasar energi rakyat senantiasa terkendali demi ketenangan masyarakat.

Kastaf menggarisbawahi tiga aspek krusial yang menjadi fokus utama dalam verifikasi lapangan kali ini yakni memastikan keamanan stok BBM, menjamin mutu BBM, serta memastikan kelancaran distribusi dari terminal ke SPBU dan masyarakat. Langkah preventif ini dinilai sangat vital guna mengantisipasi potensi kelangkaan, penumpukan antrean, ataupun gangguan pasokan yang dapat berdampak langsung pada produktivitas masyarakat.

“Terminal BBM Plumpang ini memiliki peran yang sangat vital sebagai salah satu simpul utama distribusi energi untuk DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya. Kesiapan operasional Plumpang menjadi indikator penting bagi ketahanan pasokan energi di kawasan Jabodetabek. Jika Terminal Plumpang beroperasi dengan baik, maka distribusi energi regional akan jauh lebih terkendali,” ujar Kepala Staf Kepresidenan.

Sebagai salah satu simpul utama distribusi energi nasional, Terminal BBM Plumpang memegang peran krusial dalam menyuplai energi bagi kawasan metropolitan DKI Jakarta dan wilayah penyangga sekitarnya. Berdasarkan data operasional dari PT Pertamina Patra Niaga, Terminal Plumpang memiliki kapasitas penyimpanan yang sangat masif, di mana total kapasitas penampungan dari tangki yang tersedia telah mencapai sekitar 324.000 kiloliter. Pasokan ini terjamin andal melalui interkoneksi jaringan pipa sepanjang 212 kilometer dari Integrated Terminal Balongan, di samping dukungan fasilitas dermaga (jetty).

Dari aspek hilir, keandalan distribusi dari terminal langsung ke masyarakat terbukti telah maksimal melayani kebutuhan energi yang sangat luas. Hingga saat ini, Terminal Plumpang tercatat aktif melayani lebih dari 1.000 lembaga penyalur dan kanal distribusi, yang mencakup ratusan jaringan SPBU lintas kategori, Pertashop, stasiun pengisian nelayan, hingga mitra industri strategis, TNI, dan Polri.

Untuk menyalurkan energi tersebut ke masyarakat, operasional terminal bergerak penuh selama 24 jam dengan volume penyaluran harian yang tinggi untuk komoditas utama seperti Pertalite dan Biosolar. Proses pemuatan energi ini didukung penuh oleh pergerakan armada distribusi sebanyak 246 unit mobil tangki milik Pertamina Patra Niaga yang memiliki total daya angkut mencapai lebih dari 5.500 kiloliter dalam sekali jalan.

Dalam peninjauan ini, aspek quality control menjadi perhatian mendalam demi memastikan kebutuhan dasar energi rakyat terpenuhi dengan baik dan menjawab isu kualitas bahan bakar di tingkat konsumen. Verifikasi dilakukan langsung pada mekanisme pengujian mutu berkala di laboratorium terminal, mulai dari pemeriksaan visual, densitas, hingga parameter penting pengujian kualitas RON (Research Octane Number) produk sebelum BBM dimuat ke mobil tangki untuk disalurkan. Sistem pengawasan berlapis ini ditujukan untuk memastikan tidak ada ruang bagi BBM sub-standar di masyarakat.

Kunjungan strategis ini sekaligus menjadi instrumen akuntabilitas untuk mengukur target Presiden kepada PT Pertamina Patra Niaga, dimana salah satunya adalah tercapainya efektifitas dan efisiensi distribusi energi. Sejauh ini progres pemenuhan konsumsi harian masyarakat di wilayah layanan berjalan dengan optimal. KSP memastikan arahan Presiden agar BBM selalu tersedia, mutu terjaga, dan distribusi dari terminal mengalir lancar ke masyarakat dapat terlaksana seutuhnya.

“Pesan kami jelas. Pemerintah memastikan pasokan BBM aman. Mutu BBM terus diawasi. Distribusi ke masyarakat dikawal agar tetap lancar. KSP akan terus melakukan monitoring dan evaluasi agar kebutuhan dasar energi rakyat tetap terjaga. Kami ingin memastikan masyarakat tenang: stok dijaga, kualitas diawasi, dan distribusi dikawal,” tutup Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman. (Btm/r)

  • Bagikan
Exit mobile version