Luhut Pandjaitan Terharu, Istri dan Anak Diam-Diam Siapkan Galeri Perjalanan Hidupnya

  • Bagikan

BTM.CO.ID, JAKARTA – Luhut Binsar Pandjaitan mendapat kejutan istimewa dari istri, anak-anak, dan keluarga besarnya berupa sebuah galeri yang merangkum perjalanan hidupnya, mulai dari masa kelahiran, pendidikan, hingga perjalanan panjang pengabdian di dunia militer, bisnis, dan pemerintahan.

Kejutan tersebut dipersiapkan secara diam-diam oleh keluarga untuk sosok yang akrab disapa Opung itu. Berbagai jejak perjalanan hidup Luhut dikumpulkan dan ditata dalam sebuah galeri yang menghadirkan kembali kenangan dari berbagai fase kehidupannya.

Melalui unggahannya, Luhut mengaku terharu melihat upaya keluarga mengabadikan perjalanan panjang yang telah dilaluinya.

“Tanpa sepengetahuan saya, ternyata istri, anak-anak, dan para menantu diam-diam menyiapkan kejutan sebuah galeri perjalanan hidup untuk Opungnya,” ungkap Luhut.

Ia menceritakan, galeri tersebut memuat perjalanan hidupnya sejak lahir, menempuh pendidikan, hingga melewati berbagai transisi pekerjaan dan pengabdian sampai saat ini.

Melihat kenangan yang ditata dengan apik, Luhut merasakan kehangatan tersendiri. Kehadiran sahabat dan rekan kerja yang turut menyaksikan momen tersebut semakin menambah suasana haru.

Saat melihat galeri itu, ingatannya kembali pada masa ketika Kepala Psikologi Angkatan Darat menyampaikan hasil psikotes kepada masing-masing perwira.

BACA JUGA:  LIVE STREAMING: Ombudsman Sampaikan Temuan Sidak Lapas Cibinong ke Komisi II DPR RI

Ketika namanya dipanggil, ia mendapat penilaian bahwa karakter paling menonjol dalam dirinya adalah kemampuan beradaptasi dengan cepat di mana pun ditempatkan.

“Saat itu tibalah giliran nama saya dipanggil, beliau berkata bahwa karakter saya yang paling menonjol adalah cepat menyesuaikan diri di mana pun ditempatkan,” tuturnya.

Sebagai seorang remaja kala itu, Luhut mengaku belum memahami apakah kemampuan tersebut merupakan kelebihan atau justru kekurangan.

Namun, seiring perjalanan waktu, ia melihat karakter tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

Ia mengibaratkan perjalanan kariernya seperti seorang penerjun payung. Seseorang dapat menentukan ke mana hendak melompat, tetapi arah angin turut menentukan di mana ia akan mendarat.

Pengalaman di dunia militer mengajarkannya mengambil keputusan, membangun kerja sama tim, serta menjunjung tinggi keteladanan.

Sementara itu, dunia bisnis memberinya pelajaran tentang membaca arah perubahan, memahami konsekuensi setiap keputusan, dan menjaga kepercayaan.

“Di militer, saya belajar mengambil keputusan, membangun teamwork, dan keteladanan. Berbisnis mengajarkan saya membaca arah mata angin, bahwa setiap keputusan ada harganya, dan kepercayaan adalah payung yang harus selalu dijaga,” ujarnya.

BACA JUGA:  LIVE STREAMING: Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara Rp13,24 Triliun

Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal ketika ia mengabdi di pemerintahan. Menurut Luhut, kesempatan menyumbangkan pengalaman dan gagasan bagi bangsa memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya terus belajar dan menekan ego.

“Di pemerintahan, saya berkesempatan menyumbangkan pengalaman dan gagasan bagi bangsa ini. Dari perjalanan itu, saya baru mengerti bahwa beradaptasi itu tentang bagaimana kita mampu menekan ego dan terus belajar,” katanya.

Ia pun mengingatkan bahwa seseorang tidak boleh merasa paling memahami keadaan hanya karena memiliki banyak pengalaman.

Sebab, dalam perjalanan kehidupan, kemampuan beradaptasi dan kesediaan untuk terus belajar menjadi hal penting agar seseorang mampu menghadapi berbagai perubahan.

“Bagi seorang penerjun yang merasa paling hafal medan, justru akan kesulitan melakukan pendaratan,” ungkapnya.

Menjelang memasuki usia kepala delapan, Luhut mengaku rasa syukur menjadi hal utama yang dirasakannya saat ini.

Baginya, kesehatan, kesempatan berolahraga ringan, serta waktu bersama istri, anak-anak, dan cucu merupakan karunia yang sangat berharga.

Ia juga bersyukur masih dipercaya untuk membagikan ilmu dan pengalaman yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

BACA JUGA:  LIVE STREAMING: Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit

“Bangun pagi dalam keadaan sehat, masih bisa berolahraga ringan, menghabiskan waktu bersama istri, anak, dan cucu seperti sekarang, serta masih dipercaya untuk berbagi ilmu dan pengalaman yang bermanfaat, adalah kasih dan karunia Tuhan yang melampaui cukup,” tuturnya.

Menutup ungkapannya, Luhut menyampaikan terima kasih atas doa dan ucapan yang diterimanya.

Namun, di balik rasa syukur atas perjalanan hidup yang telah dilalui, ia menyimpan harapan besar terhadap masa depan generasi muda Indonesia.

Ia berharap anak-anak yang dahulu menempuh pendidikan dengan segala keterbatasan di tepian Danau Toba kelak mampu berdiri di panggung dunia dan meraih penghargaan Nobel.

“Terima kasih atas seluruh doa dan ucapan baik hari ini. Tidak ada make a wish yang lebih utuh selain melihat anak-anak yang dulu bersekolah dengan segala keterbatasan di tepian Danau Toba, kelak berdiri di panggung dunia dengan hadiah Nobel di genggaman mereka,” pungkasnya. (Btm/ddr)

  • Bagikan