BTM.CO.ID, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti laporan mengenai lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dalam waktu singkat berubah menjadi perkebunan kelapa sawit.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) penanganan bencana di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026). Dalam rapat tersebut, Kepala BNPB Suharyanto melaporkan adanya indikasi perubahan lahan bekas kebakaran menjadi perkebunan sawit.
Prabowo meminta agar dugaan tersebut diselidiki secara menyeluruh, termasuk mengungkap pihak yang berada di balik pengelolaan lahan tersebut.
“Habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi, ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini rakyat atau ini korporasi. Tapi, tolong diselidiki terus,” ujar Prabowo.
Presiden menegaskan persoalan tersebut harus diusut hingga diketahui siapa pemilik korporasi yang diduga terlibat.
“Ini udah kelewatan dan juga saya ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa,” lanjutnya.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa Polri telah menerima sekitar 200 laporan polisi terkait kasus karhutla yang saat ini masih dalam proses penanganan.
Dari penanganan tersebut, sebanyak 138 tersangka telah diamankan. Rinciannya, 119 orang diduga melakukan pembakaran secara sengaja, sementara 18 lainnya terkait kelalaian.
“Jadi ada 200 laporan polisi, saat ini proses. Ada 138 tersangka yang kita amankan, 119 sengaja dan 18 lalai,” kata Sigit.
Selain menindak pelaku perorangan, Polri juga melakukan penyelidikan terhadap sejumlah korporasi yang diduga berkaitan dengan kasus karhutla.
“Polri juga menyelidiki delapan korporasi, kemudian terhadap 18 perusahaan pendalaman, 42 diberikan sanksi administrasi. Jika ada tindakan pidana, kami proses,” ujarnya.
Pemerintah pun menegaskan penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mengusut dugaan kesengajaan pembakaran dan kemungkinan pemanfaatan lahan pascakebakaran untuk kepentingan perkebunan. (Btm/ddr)








