KSP Dudung Temui PSMTI, Bahas Dukungan Program Presiden hingga Aspirasi Dunia Usaha

  • Bagikan

BTM.CO.ID, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman melakukan kunjungan silaturahmi ke Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) di Museum Hakka Indonesia, Taman Budaya Tionghoa Indonesia, TMII, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Pertemuan yang dikemas dalam forum diskusi eksklusif “PSMTI Business Talks” itu membahas penguatan kerja sama antara Kantor Staf Presiden (KSP) dan PSMTI dalam mendukung program prioritas pemerintah, termasuk proyek strategis nasional, sekaligus menjaring aspirasi para pelaku usaha.

Dudung mengatakan PSMTI menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta komitmen menjaga stabilitas nasional demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“PSMTI mendukung penuh program pemerintah dan merapatkan barisan untuk senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Tentunya juga akan menjaga stabilitas nasional, sehingga capaian Indonesia Emas tahun 2045 dapat tercapai sesuai cita-cita bangsa,” ujar Dudung.

BACA JUGA:  Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman Takziah ke Rumah Keluarga Peserta SPPI di Sumedang

Selain membahas dukungan terhadap pemerintah, forum tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai persatuan dan kesatuan bangsa, kepastian hukum, stabilitas politik, hingga kondisi ekonomi nasional.

Menurut Dudung, sejumlah masukan disampaikan pengurus dan anggota PSMTI terkait situasi politik global, regional, maupun nasional yang dinilai berpengaruh terhadap iklim usaha di Indonesia.

“Semua masukan itu akan menjadi perhatian pemerintah dan akan saya laporkan kepada Bapak Presiden. Apa pun situasinya, jika kita tetap utuh dan bersatu menghadapi berbagai tantangan, saya yakin Indonesia akan semakin maju,” katanya.

BACA JUGA:  NEWS VIDEO: Tak Cuma Bahas Investasi, Presiden Prabowo dan PM Singapura Capai 26 Kesepakatan Strategis

Dudung juga mengungkapkan bahwa para pelaku usaha menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari kepastian hukum, kondisi ekonomi, hingga kebijakan perpajakan yang berdampak terhadap dunia usaha.

Menurutnya, seluruh aspirasi tersebut akan dihimpun bersama masukan dari pelaku usaha lainnya melalui program KSP Mendekat sebelum disampaikan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

“Secara konkret semuanya akan kami tampung, tidak hanya dari PSMTI. Setelah disimpulkan, baru kami laporkan sehingga nantinya ada keputusan final dari Bapak Presiden,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Dudung turut mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang dilakukan PSMTI. Menurutnya, kontribusi organisasi tersebut melalui bantuan sosial dan kegiatan kemasyarakatan turut membantu menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:  NEWSVIDEO: Presiden Prabowo Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara ke-80

Sementara itu, saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kenaikan pangkat putra Menteri Pertahanan, Kolonel Inf. Muhammad Benrieyadin Sjamsoeddin menjadi Brigadir Jenderal sekaligus menjabat Danrem 051/Wijayakarta, Dudung menegaskan promosi jabatan di lingkungan TNI dilakukan berdasarkan mekanisme dan sistem merit.

Ia menjelaskan, kenaikan pangkat dan jabatan diatur melalui ketentuan Masa Dinas Perwira (MDP) serta Masa Dinas Dalam Pangkat (MDDP), yang menjadi pedoman agar profesionalisme organisasi tetap terjaga.

“Kalau itu tidak dipedomani, menurut saya akan mengganggu organisasi,” tegas Dudung.

Sebelum dipercaya menjadi Danrem 051/Wijayakarta, Benrieyadin diketahui pernah menjabat Danyon 32 Kopassus, Danbrigif 17/Kujang Kostrad, hingga Koordinator Staf Administrasi Panglima TNI. (Btm/r)

  • Bagikan