BTM.CO.ID, BATAM – Perayaan Idul Adha identik dengan kegiatan penyembelihan hewan kurban dan pembagian daging kepada masyarakat. Namun, di balik kegiatan tersebut, terdapat potensi peningkatan volume sampah organik seperti tulang, sisa daging, babat, jeroan, lemak, hingga bagian hewan yang tidak dimanfaatkan.
Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah kurban dapat menimbulkan bau tidak sedap, mengundang lalat, serta berpotensi mencemari lingkungan sekitar.
Dirangkum tim Redaksi btm.co.id dari berbagi sumber, Berikut beberapa tips mengelola sampah kurban agar lingkungan tetap bersih dan sehat selama perayaan Idul Adha:
1. Pisahkan Sampah Organik dan Anorganik
Sebelum membuang sampah, pisahkan terlebih dahulu antara sampah organik seperti tulang, sisa daging, lemak, babat, dan jeroan dengan sampah anorganik seperti plastik pembungkus, tali, atau kemasan lainnya.
Pemisahan ini memudahkan proses pengolahan dan mengurangi pencemaran lingkungan.
2. Simpan dalam Wadah Tertutup
Sisa daging, jeroan, maupun tulang sebaiknya dimasukkan ke dalam kantong yang kuat dan tertutup rapat sebelum dibuang ke tempat sampah. Cara ini dapat mengurangi bau serta mencegah hewan liar mengacak-acak sampah.
3. Manfaatkan untuk Kompos atau Pakan
Beberapa bagian organik tertentu dapat dimanfaatkan kembali. Misalnya sisa sayuran dan rumput dari proses pemotongan hewan dapat dijadikan bahan kompos. Namun, untuk tulang dan jeroan perlu pengolahan khusus sebelum dimanfaatkan.
4. Jangan Buang ke Saluran Air
Membuang tulang, lemak, darah, maupun jeroan ke selokan atau drainase dapat menyebabkan penyumbatan dan memicu genangan air. Selain itu, limbah organik yang membusuk di saluran air dapat menimbulkan bau tidak sedap.
5. Gunakan Metode Kubur untuk Sisa Daging dan Jeroan
Jika jumlah sisa daging, lemak, babat, atau jeroan cukup banyak dan tidak memungkinkan untuk dibuang melalui layanan persampahan, masyarakat dapat menggunakan metode penguburan.
Caranya dengan menggali lubang di tanah dengan kedalaman minimal 50 sentimeter. Masukkan sisa daging, jeroan, maupun bagian hewan lainnya ke dalam lubang tersebut, lalu timbun kembali menggunakan tanah hingga rapat.
Metode ini membantu mengurangi bau, mencegah gangguan hewan liar, serta memungkinkan limbah organik terurai secara alami di dalam tanah.
6. Segera Buang Sampah pada Hari yang Sama
Sampah kurban sebaiknya tidak disimpan terlalu lama. Buang atau olah sampah organik pada hari yang sama untuk mencegah pembusukan yang dapat mengundang lalat dan menimbulkan aroma tidak sedap.
Jaga Kebersihan Lingkungan
Momentum Idul Adha tidak hanya mengajarkan nilai keikhlasan dan berbagi, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan. Dengan pengelolaan sampah kurban yang baik, masyarakat Batam dapat menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah gangguan kesehatan akibat limbah organik yang tidak tertangani. (Btm/ddr)
