BTM.CO.ID, KARIMUN – Bupati Karimun, Iskandarsyah, secara resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) III Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Karimun Tahun 2026 yang digelar di Aula Hotel Tanjung Gelam, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri para nelayan, pengurus HNSI, tokoh masyarakat pesisir, serta sejumlah unsur pemerintah daerah tersebut menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi nelayan terbesar di Kabupaten Karimun untuk beberapa tahun ke depan.
Pelaksanaan Muscab III DPC HNSI Karimun ini diselenggarakan berdasarkan Keputusan Nomor: KEP-SK-012/DPD-HNSI/KEPRI/VI/2026 tentang Penunjukan Pelaksana Tugas (PLT) Sementara Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HNSI Kabupaten Karimun.
Dalam sambutannya, Bupati Iskandarsyah menegaskan bahwa keberadaan HNSI memiliki peran strategis dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan para nelayan. Menurutnya, HNSI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi merupakan garda terdepan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah.
“HNSI harus mampu menjadi wadah yang kuat bagi para nelayan untuk menyampaikan aspirasi, memperjuangkan hak-haknya, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam membangun sektor kelautan dan perikanan yang lebih maju,” ujar Iskandarsyah.
Di hadapan para peserta Muscab, Bupati juga memberikan suntikan semangat kepada seluruh nelayan agar terus optimistis dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada, mulai dari persoalan cuaca, akses permodalan, hingga sarana dan prasarana penunjang aktivitas melaut.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karimun terus berupaya memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat nelayan, termasuk peningkatan infrastruktur pendukung yang dapat memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
“Kelancaran akses, termasuk lalu lintas kapal, menjadi bagian penting dalam menunjang kesejahteraan nelayan. Selain itu, kami sebagai pemerintah juga mendorong pengembangan Kampung Nelayan di pulau-pulau sebagai prioritas pelayanan bagi masyarakat nelayan,” katanya.
Lebih lanjut, Iskandarsyah berharap Muscab III DPC HNSI Karimun dapat menghasilkan kepengurusan yang solid, profesional, dan mampu membawa organisasi semakin maju serta memberikan manfaat nyata bagi para nelayan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, HNSI, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan guna mewujudkan sektor perikanan dan kelautan yang berdaya saing serta berkelanjutan.
Sementara itu, pelaksanaan Muscab III DPC HNSI Karimun juga menjadi forum evaluasi program kerja organisasi sekaligus sarana untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam memperjuangkan kepentingan nelayan di Kabupaten Karimun.
Melalui Muscab ini diharapkan lahir kepemimpinan baru yang mampu memperkuat peran HNSI sebagai organisasi yang responsif terhadap kebutuhan nelayan serta menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara masyarakat pesisir dengan pemerintah. (Btm/ddr)
