NEWS VIDEO: 7 Orang Termasuk Warga Batam Ikut Terlantar di Fiji, Gubernur Dedi Mulyadi Sebut 6 WNI Akan Dipulangkan

  • Bagikan
Warga Batam Ikut Terlantar di Fiji

BTM.CO.ID, BATAM – Enam warga Jawa Barat yang sebelumnya dikabarkan terlantar saat bekerja di kapal ikan di wilayah Fiji dan Australia disebut akan dipulangkan ke Indonesia pada 31 Agustus 2026.

Kabar tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui unggahan di media sosial setelah melakukan koordinasi dengan Duta Besar Indonesia untuk Fiji.

“Kabar gembira untuk keluarga ABK yang terdampar di Fiji. Dari hasil koordinasi yang dilakukan Pemprov Jabar dengan Duta Besar Indonesia untuk Fiji, mereka akan bisa kembali ke tanah air pada 31 Agustus mendatang,” ujar Dedi Mulyadi senin, (24/8/2026) sore.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) atas kerja sama dalam membantu proses kepulangan para pekerja tersebut.

“Terima kasih untuk pihak Kedubes atas kerjasamanya,” katanya.

Sebelumnya, sebanyak tujuh WNI dikabarkan terlantar setelah bekerja di kapal ikan yang beroperasi di wilayah Fiji dan Australia. Informasi tersebut mencuat setelah video kondisi para pekerja beredar di media sosial.

Dalam keterangan video, tujuh pekerja tersebut disebut terdiri dari lima warga Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, satu warga Indramayu, Jawa Barat, serta satu warga Batam, Kepulauan Riau.

“Kami kerja di kapal ikan di wilayah Fiji. Kami minta tolong, sudah tiga minggu terlantar,” ujar salah seorang pekerja dalam video tersebut.

Dalam unggahan Dedi Mulyadi, disebutkan pihak terkait telah berkoordinasi dengan Duta Besar Indonesia untuk Fiji. Agen para pekerja juga disebut telah menyanggupi penyediaan tiket kepulangan dari Fiji menuju Australia dan selanjutnya ke Indonesia.

“Kami pastikan tiket dan logistik tersedia. Kami terus memantau warga Jawa Barat yang terlantar di Fiji,” kata Dedi.

Namun, Dedi Mulyadi dalam perkembangan terbaru menyebut enam warga Jawa Barat yang mendapatkan bantuan dan proses pemulangan.

Sementara itu, status satu warga Batam yang disebut berada dalam rombongan tujuh WNI tersebut masih belum jelas. Belum diketahui apakah warga Batam tersebut termasuk dalam enam pekerja yang mendapat bantuan dan difasilitasi kepulangannya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Identitas warga Batam tersebut, nama kapal, perusahaan yang mempekerjakan para pekerja, serta kronologi lengkap hingga mereka terlantar selama beberapa pekan juga belum diketahui secara pasti.

btm.co.id masih berupaya menghimpun informasi dari pihak terkait mengenai keberadaan dan kondisi warga Batam tersebut, termasuk langkah pemerintah dalam memberikan perlindungan serta memastikan kepulangannya ke Indonesia. (BTM/DDR)

  • Bagikan
Exit mobile version