BTM.CO.ID, BATAM – Pelaku usaha pariwisata di Kota Batam mengapresiasi dukungan Badan Pengusahaan (BP) Batam terhadap pengembangan kawasan dan wisata melalui alokasi anggaran sebesar Rp88,55 miliar.
Anggaran tersebut dinilai dapat memperkuat infrastruktur dan pengembangan destinasi wisata di Batam, sehingga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.
Founder ASPABRI sekaligus pengusaha di bidang pariwisata Kota Batam, Surya Wijaya, mengatakan dukungan pemerintah terhadap sektor pariwisata sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha.
“Kami dari pelaku wisata yang selama ini mengenalkan langsung destinasi wisata Batam sangat mengapresiasi. Pemerintahan yang mendukung pariwisata, salah satunya BP Batam dan Pemko Batam,” ujar Surya kepada BTM.CO.ID, Selasa (22/9/2026).
Menurut Surya, kebutuhan pengembangan destinasi wisata semakin penting seiring meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Batam.
Ia mencontohkan, perusahaan yang bergerak di bidang industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang dikelolanya baru-baru ini membawa sekitar 400 wisatawan dari Mumbai, India, selama enam hari di Batam.
“Terus terang saya dari perusahaan yang bergerak di bidang industri MICE di Kota Batam. Kemarin kami baru mendatangkan 400 orang selama enam hari dari Mumbai, India,” katanya.
Dari pengalaman tersebut, Surya menyebut masih terdapat masukan dari wisatawan mancanegara mengenai keterbatasan pilihan destinasi wisata alam di Batam.
“Respons dari teman-teman wisatawan mancanegara, baik dari India maupun China yang saya bawa untuk wisata Batam, masih merasa kita kekurangan beberapa destinasi alam,” ujarnya.
Ia menilai Batam tidak hanya membutuhkan pembangunan destinasi wisata buatan, tetapi juga perlu mengoptimalkan potensi wisata alam dan ikon yang sudah dimiliki.
Menurutnya, kawasan Welcome to Batam dan Jembatan Barelang dapat dikembangkan lebih maksimal agar memiliki daya tarik wisata yang lebih kuat.
“Bagaimana kita memaksimalkan Welcome to Batam itu sendiri. Sekarang sudah menjadi satu ikon, tetapi perlu dikembangkan. Kemudian Jembatan Barelang juga perlu ditata ulang,” katanya.
Surya mencontohkan sejumlah destinasi wisata alam di Malaysia yang mampu menjadikan objek tertentu sebagai daya tarik utama bagi wisatawan. Menurutnya, Jembatan Barelang memiliki potensi serupa apabila ditata dan dikembangkan dengan konsep yang lebih menarik.
“Wisatawan datang jauh-jauh sekitar 40 menit, tetapi di sana hanya foto di jembatan. Ini perlu dukungan dari kedua pemerintah, BP Batam dan Pemko Batam, untuk menjadikan destinasi baru yang ikonik,” ujarnya.
Selain pengembangan destinasi yang dikelola pemerintah, Surya juga mendorong adanya dukungan terhadap destinasi wisata yang telah dikembangkan masyarakat.
“Bagaimana BP Batam dan Pemko Batam menjadikan destinasi baru. Destinasi yang dimiliki masyarakat juga bisa didukung untuk dijadikan satu destinasi yang sesuai standar keamanan dan keselamatan,” katanya.
Ia berharap dukungan anggaran pengembangan kawasan dan wisata dapat diikuti dengan pembangunan destinasi baru serta peningkatan kualitas objek wisata yang sudah ada.
Dengan demikian, kata Surya, wisatawan yang datang ke Batam memiliki lebih banyak pilihan destinasi dan masa tinggal wisatawan di Batam juga berpotensi semakin panjang. (Btm/ddr)
