Air Mati Picu Warga Geruduk KEK Nongsa, ABH Buka Suara dan Siapkan Solusi

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – PT Air Batam Hilir (ABH) merespons keresahan warga Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, yang mengalami keterbatasan aliran air minum dalam beberapa waktu terakhir.

ABH menyatakan memahami keluhan masyarakat yang membutuhkan kepastian pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tim ABH telah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi pelayanan sekaligus memastikan kebutuhan mendesak warga tetap mendapat penanganan.

Humas PT Air Batam Hilir (ABH), Ginda Alamsyah, mengatakan pihaknya memahami bahwa air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak dapat ditunda.

“Kami juga memahami bahwa bagi masyarakat, air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda. Karena itu, setiap keluhan yang disampaikan warga menjadi perhatian kami, termasuk aspirasi yang disampaikan langsung di lapangan pada Sabtu malam (19/9/2026),” ujar Ginda kepada BTM.CO.ID, Minggu (20/9/2026).

BACA JUGA:  Babak Baru Dugaan Penganiayaan Murid PG Djuwita: Polisi Pegang CCTV, Segera Tentukan Arah Penanganan

Menurutnya, ABH bersama pihak terkait, termasuk kepolisian dari tingkat Polsek hingga Polda, terus melakukan koordinasi di lapangan agar pelayanan dan penanganan kebutuhan air masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Ginda menjelaskan, gangguan pelayanan di Teluk Mata Ikan tidak terlepas dari penurunan ketersediaan air baku di Waduk Nongsa akibat rendahnya curah hujan.

Kondisi tersebut berdampak terhadap kapasitas produksi IPAM Nongsa dan kemudian memengaruhi pola distribusi air ke wilayah Nongsa dan sekitarnya.

Sebelumnya, ABH bersama BU SPAM-BP Batam telah melakukan sejumlah langkah mitigasi, di antaranya pengaturan dan optimalisasi jaringan distribusi serta bantuan suplai menggunakan mobil tangki bagi pelanggan yang terdampak.

BACA JUGA:  Jumat Berkah di Nongsa, Polwan Polresta Barelang Bagikan Sembako hingga Perhatian untuk Penyandang Disabilitas

Penyesuaian operasional akibat kondisi Waduk Nongsa juga telah disampaikan kepada masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan warga Teluk Mata Ikan yang masih terdampak, ABH terus mengupayakan pengiriman mobil tangki sebagai langkah sementara selama proses pemulihan aliran menuju wilayah tersebut dilakukan.

Selain bantuan mobil tangki, ABH bersama BU SPAM-BP Batam juga mendorong penguatan suplai air dari jalur Duriangkang menuju wilayah Nongsa.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan dan pengoperasian pompa booster untuk membantu mendorong tambahan suplai air menuju jaringan Nongsa.

Pada 19 September 2026, pompa booster tersebut mulai dapat dioperasikan setelah sebelumnya mengalami kendala teknis dalam proses pengoperasiannya.

Setelah booster beroperasi, aliran air mulai kembali dirasakan di sejumlah bagian Teluk Mata Ikan, di antaranya RT 01 dan RT 02.

BACA JUGA:  Warga Nongsa Geruduk Kantor KEK Nongsa, Air Rumah Mati Total, di Kawasan KEK Disebut Melimpah

Namun, ABH mengakui aliran tersebut belum sepenuhnya merata, terutama pada wilayah yang berada di ujung jaringan seperti RT 03, RT 04 dan sejumlah bagian lainnya.

“Karena itu, tim teknis masih melakukan pengaturan dan pemantauan terhadap distribusi agar tambahan suplai dari jalur Duriangkang dapat bekerja lebih optimal dan secara bertahap dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Ginda.

ABH memahami keinginan warga agar air kembali mengalir melalui jaringan perpipaan dan tidak terus bergantung pada bantuan mobil tangki.

Menurut Ginda, bantuan mobil tangki merupakan langkah mitigasi sementara, bukan pengganti pelayanan melalui jaringan perpipaan.

  • Bagikan