BTM.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi Indonesia sepanjang Semester I Tahun 2026 mencapai angka yang signifikan. Dalam capaian tersebut, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berhasil masuk lima besar daerah tujuan Penanaman Modal Asing (PMA) nasional, menegaskan posisinya sebagai salah satu kawasan investasi strategis di Indonesia.
Data tersebut disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Rosan mengungkapkan, lima negara penyumbang investasi asing terbesar ke Indonesia pada Semester I 2026 berasal dari Singapura sebesar USD 8,8 miliar, Hong Kong USD 7,6 miliar, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) USD 3,9 miliar, Jepang USD 1,9 miliar, dan Amerika Serikat USD 1,7 miliar.
“Lima negara penyumbang investasi asing terbesar ke Indonesia pada Semester I 2026 berasal dari Singapura sebesar USD 8,8 miliar, Hong Kong USD 7,6 miliar, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) USD 3,9 miliar, Jepang USD 1,9 miliar, dan Amerika Serikat USD 1,7 miliar. Kelima negara tersebut berkontribusi sekitar 77,8 persen terhadap total investasi asing yang masuk ke Indonesia,” ujar Rosan.
Berdasarkan subsektor usaha, investasi terbesar berasal dari industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya dengan nilai Rp150,4 triliun atau sekitar 14,9 persen dari total investasi nasional.
Posisi berikutnya ditempati sektor jasa lainnya sebesar Rp114 triliun (11,3 persen), pertambangan Rp105 triliun (10,4 persen), transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp102,7 triliun (10,2 persen), serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp85,8 triliun (8,5 persen).
Dari sisi wilayah, gabungan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih didominasi oleh DKI Jakarta dengan realisasi investasi Rp173,6 triliun, disusul Jawa Barat Rp138,1 triliun, Jawa Timur Rp72,7 triliun, Sulawesi Tengah Rp68,7 triliun, dan Banten Rp66,3 triliun.
Sementara itu, khusus realisasi PMA, Jawa Barat menempati peringkat pertama dengan nilai Rp84,9 triliun, diikuti DKI Jakarta Rp67,1 triliun, Sulawesi Tengah Rp64,7 triliun, Maluku Utara Rp61,8 triliun, dan Kepulauan Riau berada di posisi kelima dengan realisasi investasi mencapai Rp26,4 triliun atau sekitar 5,2 persen dari total PMA nasional.
Adapun untuk realisasi PMDN, lima besar provinsi terdiri atas DKI Jakarta sebesar Rp106,5 triliun, Jawa Barat Rp53,2 triliun, Jawa Timur Rp49,8 triliun, Banten Rp42,2 triliun, dan Nusa Tenggara Barat Rp28 triliun.
Capaian tersebut menunjukkan Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik di kawasan Asia. Masuknya Kepulauan Riau ke dalam lima besar penerima PMA nasional juga memperkuat peran provinsi tersebut sebagai gerbang investasi internasional, didukung letaknya yang berdekatan dengan Singapura, keberadaan kawasan industri, serta infrastruktur yang terus berkembang. (Btm/ddr)








