8 Tahun Bergotong Royong Bangun Masjid dan Pesantren, Warga Pulau Kasu Tak Terima Disebut Proyek Siluman

  • Bagikan

Sebagai bentuk keterbukaan, masyarakat juga mengundang Ketua LIRA Kepri, Yusril Koto, untuk datang langsung ke Pulau Kasu guna melihat kondisi sebenarnya dan menelusuri proses pembangunan yang telah berjalan selama bertahun-tahun.

“Kami mengundang Ketua LIRA Kepri, Yusril Koto, datang ke Pulau Kasu. Silakan periksa dan telusuri bagaimana pembangunan ini dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Dani, perwakilan Forum RT/RW Pulau Kasu, menegaskan bahwa pembangunan di wilayah tersebut merupakan hasil perjuangan panjang masyarakat yang dimulai sejak 2018 dan masih berlangsung hingga sekarang.

BACA JUGA:  Laporan ke Polres Tanjungpinang Sejak 2021, Korban Arisan G'mes Gemilang Asal Batam: Uang Kami Belum Kembali

“Kami yang menyaksikan langsung pembangunan di Pulau Kasu. Perjuangan ini dimulai sejak tahun 2018 hingga 2026 dan masih terus berjalan. Ini bukan pekerjaan yang baru dilakukan sekarang. Atas ucapan dan tudingan proyek siluman tersebut, kami meminta pertanggungjawaban,” kata Dani.

BACA JUGA:  TAJUK REDAKSI: Berserakan, Sampah Malam Minggu di Jembatan Barelang Batam Milik Siapa?

Ia menambahkan, apabila tidak ada itikad baik untuk memberikan klarifikasi, masyarakat siap mengambil langkah lanjutan.

“Kalau tidak ada itikad baik, kami akan datang berunjuk rasa ke Kantor LIRA Kepri di Batam,” tegasnya. 

Seperti diketahui, demo masyarakat kasu digelar di Kantor Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kepulauan Riau, Senin (15/6/2026), dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian. (Btm/ddr)

BACA JUGA:  TAJUK REDAKSI: Close Supervision Pabrik Rokok, Langkah Mendesak Berantas Rokok Ilegal dari Batam

  • Bagikan