8 Tahun Bergotong Royong Bangun Masjid dan Pesantren, Warga Pulau Kasu Tak Terima Disebut Proyek Siluman

  • Bagikan

Sebagai bentuk keterbukaan, masyarakat juga mengundang Ketua LIRA Kepri, Yusril Koto, untuk datang langsung ke Pulau Kasu guna melihat kondisi sebenarnya dan menelusuri proses pembangunan yang telah berjalan selama bertahun-tahun.

“Kami mengundang Ketua LIRA Kepri, Yusril Koto, datang ke Pulau Kasu. Silakan periksa dan telusuri bagaimana pembangunan ini dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Dani, perwakilan Forum RT/RW Pulau Kasu, menegaskan bahwa pembangunan di wilayah tersebut merupakan hasil perjuangan panjang masyarakat yang dimulai sejak 2018 dan masih berlangsung hingga sekarang.

BACA JUGA:  Usai Yuwanky dan Basri Jadi Tersangka, Bareskrim Tetapkan Hendra dan Apo DPO dalam Kasus Dugaan Narkotika Planet Batam

“Kami yang menyaksikan langsung pembangunan di Pulau Kasu. Perjuangan ini dimulai sejak tahun 2018 hingga 2026 dan masih terus berjalan. Ini bukan pekerjaan yang baru dilakukan sekarang. Atas ucapan dan tudingan proyek siluman tersebut, kami meminta pertanggungjawaban,” kata Dani.

BACA JUGA:  Polwan Engku Putri Kawal Penyeberangan Siswa SDN 001 Sungai Panas, Pastikan Aman di Jam Sekolah

Ia menambahkan, apabila tidak ada itikad baik untuk memberikan klarifikasi, masyarakat siap mengambil langkah lanjutan.

“Kalau tidak ada itikad baik, kami akan datang berunjuk rasa ke Kantor LIRA Kepri di Batam,” tegasnya. 

Seperti diketahui, demo masyarakat kasu digelar di Kantor Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kepulauan Riau, Senin (15/6/2026), dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian. (Btm/ddr)

BACA JUGA:  Kapolresta Barelang Hadiri Pembagian 1.000 Karung Beras untuk Warga Sekupang

  • Bagikan