BTM.CO.ID, BATAM – BP Batam menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan dan ketersediaan air baku di tengah ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada Juni hingga Agustus 2026.
Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna menghadapi potensi kemarau panjang yang dapat berdampak pada penurunan debit air di sejumlah waduk penampungan air baku di Batam.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan upaya tersebut penting untuk menjaga volume air di waduk tetap aman sehingga distribusi air bersih kepada masyarakat maupun sektor industri dapat berjalan optimal tanpa gangguan.
Menurutnya, operasi modifikasi cuaca diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air di Waduk Nongsa, Sei Harapan, Mukakuning, Tembesi, dan Duriangkang yang saat ini masih menjadi perhatian akibat penurunan permukaan air baku yang cukup signifikan.
“Kami merencanakan modifikasi cuaca ini sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan El Nino. Meskipun hujan masih turun, sering kali tidak jatuh di area tangkapan waduk,” ujar Denny.
Ia menambahkan, pihaknya berupaya agar hujan dapat diarahkan ke wilayah waduk untuk menambah cadangan air guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Oleh karena itu, kami berupaya agar hujan dapat diarahkan ke wilayah waduk sehingga mampu menambah cadangan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Diketahui, El Nino merupakan fenomena iklim global yang terjadi akibat pemanasan suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur di atas normal.
Di Indonesia, fenomena ini kerap memicu musim kemarau panjang, penurunan curah hujan drastis, hingga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan. (Btm/DDR)
@xon_traveling volume air waduk muka kuning batam terlihat sudah mulai naik setelah beberapa hari diguyur hujan
♬ suara asli – Xon Traveling
