BTM.CO.ID, BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PLN Batam melakukan peninjauan langsung ke Kawasan Industri Panbil Tembesi guna memastikan kesiapan lahan serta kelancaran proses perizinan untuk mendukung proyek pembangunan strategis di wilayah tersebut.
Kegiatan ini dipimpin oleh Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, didampingi Deputi Bidang Kebijakan Strategis Sudirman Saad dan Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan Syarlin Joyo. Peninjauan difokuskan pada koordinasi teknis terkait perizinan lahan yang dinilai memiliki nilai strategis dalam mendorong pertumbuhan investasi di Batam.
Dalam kesempatan tersebut, Fary Djemy Francis menekankan pentingnya keterlibatan PLN Batam dalam kawasan industri Panbil Tembesi guna mempermudah akses listrik bagi para investor.
“Kita ingin memastikan PLN Batam bisa masuk ke kawasan ini. Bagaimana aksesnya dan apa solusi terbaik agar pelayanan listrik dapat mendukung kebutuhan investor di Panbil Tembesi,” ujarnya.
Menurutnya, ketersediaan infrastruktur kelistrikan menjadi faktor krusial dalam menarik minat investor serta menjamin kelancaran operasional industri di kawasan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara BP Batam, pengelola kawasan, dan PLN Batam untuk mencari solusi terbaik.
Dalam kunjungan tersebut, BP Batam juga menegaskan pentingnya percepatan proses perizinan serta kepastian hukum dalam pengelolaan lahan industri. Langkah ini dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kompetitif.
“Langkah ini penting untuk memastikan ketersediaan lahan strategis sekaligus memberikan kemudahan akses bagi para pelaku usaha,” tambahnya.
BP Batam turut menilai bahwa penguatan koordinasi lintas sektor akan semakin memperkuat posisi Batam sebagai destinasi investasi unggulan di kawasan Asia Tenggara. Dengan dukungan regulasi yang jelas dan tata kelola yang baik, diharapkan investasi di Batam terus tumbuh secara berkelanjutan.
Melalui upaya tersebut, BP Batam menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan industri nasional serta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. (Btm/ddr)
