BTM.CO.ID, BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri kegiatan Silaturahmi Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Tokoh Masyarakat Kepulauan Riau yang digelar di Gedung Lancang Kuning Polda Kepulauan Riau, Batam, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, tersebut menjadi ajang memperkuat koordinasi, komunikasi, dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta persatuan di Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam forum tersebut, berbagai isu strategis turut dibahas, termasuk tantangan perkembangan teknologi informasi yang dinilai berpotensi memicu penyebaran disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian di ruang digital.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan dukungannya terhadap arahan Menko Polkam dalam menjaga stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan dan investasi di Batam.
“Pada prinsipnya, saya bersama Bu Li Claudia mendukung penuh arahan yang diberikan Pak Menteri. Stabilitas keamanan dan persatuan merupakan modal utama dalam mendorong percepatan pembangunan Batam sebagai kawasan investasi strategis nasional. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ruang publik, termasuk ruang digital, agar tetap kondusif, edukatif, dan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat maupun investor,” ujar Amsakar.
Senada dengan itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan era digital menghadirkan manfaat sekaligus tantangan yang harus dihadapi secara bersama.
“Literasi digital, penyampaian informasi yang benar, serta komunikasi yang bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan, menciptakan rasa aman, dan mendukung keberlangsungan pembangunan serta investasi di Batam dan Kepulauan Riau,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kepulauan Riau hingga kini tetap aman dan kondusif.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hasil sinergi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, khususnya kejahatan transnasional seperti tindak pidana perdagangan orang (TPPO), penyelundupan, serta berbagai tindak pidana lain yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan iklim investasi.
Pada kesempatan itu, Kapolda Kepri juga menyerahkan secara simbolis dokumen hasil penegakan hukum terkait penguasaan lahan negara tanpa hak kepada Kepala BP Batam. Penyerahan tersebut menjadi bentuk dukungan Polda Kepri terhadap kepastian hukum, perlindungan aset negara, dan terciptanya iklim investasi yang sehat serta berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Menko Polkam Djamari Chaniago mengapresiasi sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan yang selama ini berhasil menjaga stabilitas keamanan di Kepulauan Riau.
Ia menegaskan bahwa keamanan yang kondusif menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kepercayaan investor, serta mengembangkan sektor perdagangan dan pariwisata di wilayah perbatasan.
Djamari juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat kolaborasi.
“Terus menjaga keamanan wilayah perbatasan, memperkuat sinergi lintas sektor, menangkal penyebaran disinformasi, serta mendukung program strategis Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cenderamata, dialog bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta sesi foto bersama sebagai simbol penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau. (Btm/r)







