BTM.CO.ID, BATAM – Sebuah video bermuatan asusila yang diduga menampilkan seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batam viral di media sosial dan memicu reaksi keras dari warganet. Dalam video tersebut, sosok pria yang disebut-sebut sebagai kepala dinas terlihat melakukan panggilan video (video call) dengan seorang wanita.
Video berdurasi sekitar 24 detik itu pertama kali terpantau diunggah oleh akun Instagram @daniellecrossc(********) dan kemudian kembali dibagikan oleh sejumlah akun lain. Tayangan tersebut menyebar luas, termasuk melalui pesan berantai WhatsApp, dan ramai diperbincangkan di jagat maya Batam.
Dalam rekaman video, pria yang diduga mirip pejabat tersebut terlihat melakukan tindakan tidak senonoh dengan memperlihatkan serta memegang alat kelaminnya di depan kamera. Terdengar pula suara wanita dalam video yang memberikan komentar bernada provokatif, sehingga memicu kecaman publik.
Kolom komentar unggahan video tersebut dipenuhi ratusan reaksi warganet. Sejumlah akun media sosial bahkan menuding identitas pria dalam video sebagai pejabat tertentu di lingkungan Pemerintah Kota Batam.
Akun Instagram @alfateeh2*** menuliskan komentar dengan menandai Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.
“@amsakarachmad anggota mu pak @li.claudia.chandra buat malu aja buk. Pecat aja udah,” tulis akun tersebut.
Komentar lain datang dari akun @toxic_sobuj_*** yang menuliskan, “Sepertinya ini Gustian Riau Kadis Batam.”
Komentar tersebut kemudian diperkuat dengan tulisan lanjutan yang menyebut jabatan di bidang perindustrian dan perdagangan. Namun demikian, semua tudingan tersebut masih sebatas klaim warganet dan belum dapat diverifikasi kebenarannya.
Selain dugaan identitas, muncul pula komentar bernada hujatan serta desakan agar pejabat yang diduga terlibat dicopot dari jabatannya. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kota Batam maupun instansi terkait mengenai kebenaran video tersebut.
Beredarnya video ini memicu keresahan di tengah masyarakat. Sejumlah warga menilai, apabila benar pelaku dalam video merupakan seorang pejabat publik, maka tindakan tersebut tidak hanya menyangkut ranah pribadi, tetapi juga mencederai etika dan moral aparatur negara.
“Kami sangat menyayangkan jika benar itu adalah pejabat publik. Ini bukan sekadar urusan pribadi, tetapi sudah menyangkut etika dan moral seorang pemimpin yang digaji oleh negara,” ujar seorang warga Batam Centre yang enggan disebutkan namanya, Senin (29/12/2025).
Masyarakat mendesak pihak berwenang untuk segera menelusuri keaslian video tersebut serta mengambil langkah tegas sesuai aturan hukum dan kode etik aparatur sipil negara apabila dugaan tersebut terbukti benar.
Hingga berita ini diturunkan, Redaksi btm.co.id masih berupaya menghubungi pihak yang disebut-sebut berinisial GR untuk meminta klarifikasi dan konfirmasi resmi terkait video yang beredar. Namun, belum ada tanggapan yang diterima.
Redaksi menegaskan tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah dalam pemberitaan kasus ini.
(BTM/DDR)










