NEWS VIDEO: Indonesia Kembali Ekspor Beras ke Malaysia, Pengiriman Perdana 1.000 Ton, Ke Singapura Menyusul

  • Bagikan

BTM.CO.ID, JAKARTA – Indonesia mencatat momentum bersejarah menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan kembali membuka ekspor beras ke Malaysia. Pengiriman perdana sebanyak 1.000 ton beras premium menjadi bukti bahwa setelah mencapai swasembada beras, produksi nasional mulai memiliki ruang untuk memasok kebutuhan pasar internasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjelaskan, beras premium tersebut diekspor ke Malaysia dengan harga sekitar Rp17.000 per kilogram atau setara 3,9 ringgit Malaysia.

“Harga jual beras 3,9 ringgit atau sekitar Rp17.000 per kilogram,” ujar Amran.

BACA JUGA:  LIVE STREAMING: KPK Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina

Ekspor dilakukan setelah pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional tetap aman. Saat ini, stok beras yang dikuasai Bulog mencapai sekitar 5,2 juta ton. Sementara itu, produksi beras nasional diproyeksikan terus meningkat pada 2026.

Untuk tahap selanjutnya, volume ekspor berpotensi ditingkatkan hingga 200.000 ton per tahun guna memenuhi kebutuhan beras di wilayah Sarawak, Malaysia.

BACA JUGA:  KSP: Hilirisasi Berbasis Koperasi Bukti Nyata Ekonomi Kerakyatan yang Digagas dari Desa

Menurut Amran, kerja sama tersebut sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar produk pertanian dan meningkatkan nilai ekonomi bagi petani.

Pengiriman perdana beras ke Malaysia direncanakan melalui perbatasan Entikong, Kalimantan Barat. Jalur tersebut menjadi simbol kedekatan geografis sekaligus eratnya hubungan Indonesia dan Malaysia sebagai negara serumpun.

Selain Malaysia, pemerintah juga tengah menjajaki peluang ekspor beras premium ke Singapura. Namun, proses tersebut masih dalam tahap negosiasi, termasuk pembahasan mengenai harga.

BACA JUGA:  LIVE STREAMING: Presiden Resmikan 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air Bersih

“Ekspor beras ini ke Malaysia kan bisnis, alhamdulillah deal. Untuk Singapura masih penjajakan,” kata Amran.

Pemerintah berharap terbukanya pasar ekspor dapat membuat beras Indonesia semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar regional.

Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama para petani, penyuluh, pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, BUMN pangan, serta berbagai pihak yang selama ini mendorong peningkatan produksi dan penguatan ketahanan pangan nasional. (Btm/ddr)

  • Bagikan