BTM.CO.ID, BATAM – Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, memimpin kegiatan penghijauan di kawasan bekas tambang pasir ilegal yang berada di Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan agar kawasan yang sebelumnya mengalami kerusakan dapat kembali hijau dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam kegiatan itu, Li Claudia Chandra bersama jajaran BP Batam mengerahkan satu truk berisi bibit pohon untuk ditanam di area bekas tambang. Penanaman dilakukan setelah lubang-lubang bekas galian yang dinilai membahayakan berhasil diratakan.
“Hari ini saya bersama tim BP Batam kembali turun langsung ke lapangan meninjau kawasan bekas tambang pasir ilegal. Alhamdulillah, lubang-lubang bekas galian yang sebelumnya membahayakan kini telah diratakan kembali,” ujar Li Claudia Chandra.
Ia mengatakan, penanaman pohon merupakan langkah nyata dalam memulihkan fungsi lingkungan di kawasan tersebut sehingga dapat kembali menjadi ruang hijau yang memberi manfaat bagi generasi mendatang.
“Sebagai langkah pemulihan lingkungan, kami juga melakukan penanaman pepohonan agar kawasan ini kembali hijau, asri, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” katanya.
Li Claudia Chandra turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses rehabilitasi kawasan bekas tambang tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran BP Batam, TNI, Polri, serta semua pihak yang telah bergotong royong dan berpartisipasi dalam upaya rehabilitasi kawasan ini,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan pemulihan lingkungan tidak terlepas dari sinergi seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait.
“Sinergi dan kepedulian bersama menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan. Mari kita jadikan ini sebagai pengingat bahwa alam adalah titipan yang harus kita jaga bersama,” ajaknya.
Ia pun mengimbau seluruh masyarakat untuk menghentikan aktivitas yang merusak lingkungan serta bersama-sama menjaga kelestarian alam.
“Hentikan aktivitas yang merusak lingkungan, dan mari bergandengan tangan untuk merawat, melestarikan, serta mewariskan bumi yang hijau dan lestari bagi anak cucu kita,” pungkasnya. (Btm/ddr)







