Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman Takziah ke Rumah Keluarga Peserta SPPI di Sumedang

  • Bagikan

BTM.CO.ID, JABAR – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman melakukan takziah ke rumah duka keluarga almarhum Ananda Rifqi, seorang peserta pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (30/06/2026).

Kehadiran Kepala Staf Kepresidenan didampingi oleh Bupati Sumedang, Dr. Dony Ahmad Munir, Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, Dandim 0610/Sumedang, Letkol Arh Kusuma Ardianto, serta jajaran unsur Muspida setempat yang merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum.

Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya salah satu putra terbaik bangsa. Menurutnya, almarhum tengah dipersiapkan melalui proses pendidikan untuk mengemban tugas mulia dalam membantu mensejahterakan masyarakat.

BACA JUGA:  Mulai Libur Sekolah, Program MBG Resmi Dihentikan Sementara, Negara Hemat Rp3 Triliun

“Kami datang ke sini dengan mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ananda Rifqi pada saat pelatihan SPPI. Saya atas nama negara tentunya hadir untuk memberikan ucapan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” ujar Jenderal (Purn.) Dudung dalam dialog langsung dengan pihak keluarga, termasuk Asep, ayah almarhum.

Kepala Staf Kepresidenan juga mengapresiasi keikhlasan dan ketabahan yang ditunjukkan oleh kedua orang tua almarhum, meskipun rasa kehilangan terhadap anak pertama tersebut masih terasa sangat mendalam. Jenderal (Purn) Dudung bersama jajaran pemerintah dan TNI juga menyerahkan santunan kepada keluarga sebagai bentuk kepedulian atas musibah tersebut. Setelah berdialog di rumah duka, Kepala Staf Kepresidenan beserta rombongan langsung melakukan ziarah ke makam almarhum untuk mendoakan dan memberikan penghormatan terakhir.

BACA JUGA:  Program MBG Makin Tepat Sasaran,  76 Sekolah Tak Lagi Terima MBG Anak Daerah 3T Jadi Prioritas Utama

Merespons pertanyaan awak media mengenai langkah penanganan dan evaluasi dari pihak Istana, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan pelatihan fisik dalam program SPPI kini tengah dievaluasi secara menyeluruh.

“Ini sudah mulai dievaluasi, sudah berlangsung, sehingga kegiatan-kegiatan fisik ini sudah ditiadakan, dikurangi semaksimal mungkin, dan dititikberatkan kepada bagaimana manajemen perkoperasian karena kan ini calon-calon manajer nanti ya. Itu yang dititikberatkan,” jelas Jenderal (Purn) Dudung.

BACA JUGA:  Mulai 1 Juli 2026, Indonesia Resmi Terapkan BioSolar B50, Bahlil: Tak Perlu Impor Solar Lagi

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembekalan ke depan akan lebih difokuskan pada penguatan teoritis dan praktis mengenai manajemen, mengingat orientasi para peserta adalah menjadi seorang manajer. Selain perubahan substansi materi, durasi waktu diklat juga resmi dipotong demi memastikan keselamatan dan efisiensi program.

“Saya mendapat informasi (waktunya) diperpendek, sehingga dipotong waktunya yang tadinya dua bulan menjadi sebulan setengah,” pungkas Kepala Staf Kepresidenan. (Btm/r)

  • Bagikan