Investor Amerika dan Eropa Dominasi, Permintaan Obligasi Perdana Danantara Tembus USD 4,6 Miliar

  • Bagikan

BTM.CO.ID,  JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) berhasil menerbitkan obligasi global perdana senilai USD 1,5 miliar pada 11 Juni 2026. Penerbitan surat utang tersebut mendapat sambutan positif dari investor internasional dengan tingkat permintaan mencapai sekitar USD 4,6 miliar atau lebih dari tiga kali lipat dari nilai emisi yang ditawarkan.

Obligasi global tersebut diterbitkan dalam dua tenor, yakni USD 750 juta untuk tenor lima tahun dengan tingkat imbal hasil (yield) 5,35 persen yang akan jatuh tempo pada 2031, serta USD 750 juta untuk tenor sepuluh tahun dengan yield 5,95 persen yang jatuh tempo pada 2036.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan keberhasilan penerbitan obligasi global perdana ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor internasional terhadap fundamental, tata kelola, dan prospek jangka panjang Danantara Indonesia.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat di Tabanan Bali, Tekankan Pentingnya Hidup Rukun dan Sopan Santun

“Tingginya permintaan obligasi ini menunjukkan kepercayaan yang begitu besar dari investor luar negeri terhadap Danantara Indonesia. Ini menjadi bukti bahwa Danantara memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi di pasar global,” ujar Rosan senin (15/6/2026)

BACA JUGA:  MenKeu Purbaya Paparkan Strategi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen dalam Rapat Paripurna DPR

Menurut Rosan, hasil roadshow yang dilakukan ke berbagai negara turut berkontribusi terhadap tingginya minat investor. Untuk obligasi tenor lima tahun, investor berasal dari Amerika Serikat sebesar 38 persen, Eropa dan Timur Tengah 41 persen, serta Asia 21 persen.

Sementara untuk obligasi tenor sepuluh tahun, komposisi investor didominasi Amerika Serikat sebesar 52 persen, disusul Eropa dan Timur Tengah 35 persen, serta Asia 17 persen.

Tingginya minat investor juga memungkinkan Danantara menurunkan tingkat bunga final hingga 35 basis poin dibandingkan indikasi awal saat penawaran. Hal ini mencerminkan kuatnya permintaan pasar terhadap instrumen investasi yang diterbitkan.

BACA JUGA:  Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman Tinjau MBG di Malang, Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas

Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk kebutuhan korporasi, termasuk mendukung berbagai investasi strategis serta pembiayaan kembali (refinancing) kewajiban yang ada.

Keberhasilan penerbitan obligasi global perdana ini menjadi tonggak penting bagi Danantara Indonesia dalam memperluas akses pendanaan internasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai lembaga pengelola investasi strategis nasional yang dipercaya investor global. (Btm/DDR)


  • Bagikan