Se-Indonesia Gemes! Penilaian Juri LCC Empat Pilar MPR RI Viral, Ini Video Lengkapnya

  • Bagikan

BTM.CO.ID – Hasil penilaian juri dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan publik. Sejumlah warganet mengaku gemas dan mempertanyakan keputusan juri usai beredarnya cuplikan video lomba di media sosial.

Dalam video yang ramai dibagikan, juri disebut memberikan nilai yang dinilai tidak tepat kepada salah satu peserta. Perdebatan pun muncul di kolom komentar berbagai platform media sosial.

Banyak netizen menilai jawaban peserta seharusnya mendapatkan poin, namun keputusan dewan juri berkata lain.

BACA JUGA:  NEWS VIDEO: DUH!, Homeless Media Kini Dirangkul Menjadi Mitra Baru Pemerintah

Ajang LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat sendiri digelar pada 9 Mei 2026 dan diikuti sembilan sekolah terbaik dari berbagai daerah di Kalbar.

Kesembilan delegasi tersebut yakni:

  • SMAN 1 Pontianak
  • SMAN 3 Singkawang
  • SMAN 1 Seponti
  • SMA Santo Paulus Pontianak
  • MAS Darussalam Sengkubang
  • SMAN 1 Sambas
  • SMAN 1 Sanggau
  • MAN 1 Sintang
  • SMA Katolik Santu Petrus Pontianak
BACA JUGA:  NEWS VIDEO: Tim Reformasi Polri Dorong Revisi UU Polri, Usulkan Penguatan Kompolnas dan Kapolri Tetap Dipilih Presiden

Dalam kompetisi tersebut, para peserta bersaing menunjukkan kemampuan berpikir cepat serta wawasan kebangsaan dan konstitusi.

Dari sembilan sekolah, hanya tiga tim terbaik yang berhak melaju ke babak final provinsi untuk memperebutkan tiket menuju Grand Final tingkat nasional di Jakarta.

BACA JUGA:  Polri Tegaskan Komitmen Berantas Judi Online, Jangan Sampai Indonesia Jadi Tempat Bandar dan Scam Internasional

Meski demikian, polemik penilaian juri justru menjadi perhatian utama publik. Banyak warganet meminta panitia memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap ajang edukatif tersebut.

“Kasihan peserta sudah berjuang maksimal, tapi penilaiannya malah bikin bingung,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Seperti diketahui, panitia maupun dewan juri telah meminta maaf terkait polemik penilaian yang viral tersebut. (BTM/ddr)

  • Bagikan