Dugaan Jaringan Narkoba Jenis Ekstasi di First Club Batam Terungkap, Polisi Telusuri Keterlibatan Pihak Internal

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Pengungkapan kasus narkotika di tempat hiburan malam First Club Batam membuka dugaan adanya jaringan peredaran ekstasi dan liquid vape mengandung narkotika yang melibatkan oknum karyawan.

Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri melakukan operasi penyamaran pada Minggu (19/10/2025) dan menangkap dua pegawai First Club saat bertransaksi narkoba di dalam lokasi hiburan tersebut.

Kedua tersangka berinisial DLH, seorang pramusaji, serta LK, staf bar di lantai dasar klub itu. Dari penangkapan itu, petugas menemukan barang bukti berupa 10 butir pil ekstasi berlogo “Rolex” dan lima cartridge liquid vape yang mengandung zat berbahaya MDMB-4en-PINACA.

Hasil uji laboratorium juga memastikan ekstasi tersebut positif mengandung MDMA, narkotika golongan I.

Operasi penangkapan berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB, ketika DLH menyerahkan ekstasi dan liquid vape kepada anggota yang menyamar. Selang 40 menit kemudian, polisi mengamankan LK yang diduga bertugas sebagai perantara transaksi narkoba di area dapur lantai I.

Selain narkoba, penyidik juga mengamankan uang hasil penjualan senilai total Rp5.250.000 dan beberapa unit telepon seluler yang diduga digunakan untuk komunikasi jaringan.

Kepada penyidik, para pelaku mengaku memperoleh barang terlarang tersebut dari dua orang pemasok berinisial RH dan AL yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). Jejak pemasok yang buron itu semakin memperkuat dugaan adanya jaringan peredaran narkoba yang terorganisasi di pusat hiburan malam tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen First Club Batam belum memberikan pernyataan resmi. Sikap bungkam pihak tempat hiburan malam menimbulkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana pengawasan internal atas praktik ilegal yang terjadi di lingkungan kerja mereka.

Sumber internal yang enggan disebutkan identitasnya menyebut, aktivitas mencurigakan terkait peredaran ekstasi sudah lama terjadi, namun luput dari penindakan tegas.

  • Bagikan