Polisi Peduli Lingkungan, Polsek Nongsa Kawal Penanaman 2.000 Mangrove di Tanjung Bemban

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Polsek Nongsa melaksanakan monitoring sekaligus pengamanan kegiatan aksi penanaman mangrove bertajuk “Save Mangrove Save The World” di kawasan pesisir Pantai Tanjung Bemban, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, mahasiswa, tokoh masyarakat hingga organisasi kemasyarakatan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap pelestarian lingkungan pesisir.

Kapolsek Nongsa Kompol Eriman melalui Piket Pawas Polsek Nongsa Iptu Jefry Adil Akbar, S.H., mengatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.

“Keberadaan personel kami dalam rangka pengamanan bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar mulai dari pembukaan hingga pelaksanaan penanaman mangrove di kawasan pesisir,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Batam Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos., M.Si., Camat Nongsa Eva, Kasi Trantib Kecamatan Nongsa Dedi Surono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Dohar, Panitia Pelaksana Yarsi Efendi, Dekan Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Prof. Suryo Hartanto, Ketua LAM Nongsa Datuk Agus Wahab, mahasiswa Unrika sebanyak 60 orang, serta anggota LSM Abdul Wahab Center (AWC) sebanyak 30 orang.

Pengamanan kegiatan melibatkan personel Bhabinkamtibmas Batu Besar, personel Piket Patroli Polsek Nongsa, dan personel Piket IK Polsek Nongsa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa. Selanjutnya, Panitia Pelaksana Yarsi Efendi menyampaikan bahwa aksi penanaman mangrove merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir.

Dalam kesempatan itu, Yarsi menyebutkan sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam dengan jarak empat meter antar tanaman agar pertumbuhannya optimal.

Dekan Unrika Prof. Suryo Hartanto mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penghijauan tersebut. Menurutnya, aksi penanaman mangrove menjadi bagian dari edukasi sekaligus upaya membangun kepedulian generasi muda terhadap lingkungan hidup.

Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keseimbangan lingkungan di tengah pesatnya pertumbuhan industri dan peningkatan jumlah penduduk di Kota Batam.

Menurutnya, menjaga lingkungan tidak hanya dilakukan melalui penanaman mangrove, tetapi juga melalui kebiasaan menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah perkembangan pembangunan daerah,” kata Amsakar.

Iptu Jefry Adil Akbar menegaskan Polri mendukung penuh kegiatan positif yang bertujuan menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem pesisir.

Ia menilai penanaman mangrove bukan sekadar simbol penghijauan, melainkan langkah nyata mencegah abrasi dan kerusakan lingkungan pesisir.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penanaman mangrove kepada pihak terkait dan aksi penanaman 2.000 batang mangrove di kawasan pesisir Pantai Tanjung Bemban.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. (BTM/r)

  • Bagikan
Exit mobile version