BTM.CO.ID, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama BP Batam terus mengevaluasi penanganan banjir di sejumlah wilayah. Evaluasi dilakukan untuk memastikan titik-titik yang telah ditangani benar-benar terbebas dari genangan saat hujan.
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan evaluasi dan penyamaan data menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan banjir.
Menurutnya, kondisi wilayah Batam terus berubah seiring perkembangan kawasan permukiman. Karena itu, data mengenai titik rawan banjir harus diperbarui secara berkala agar penanganan di lapangan sesuai dengan kondisi terkini.
“Data awal yang dihimpun dari lapangan terus dinamis seiring berkembangnya kawasan permukiman. Karena itu, evaluasi terhadap titik yang sudah ditangani tahun lalu harus memastikan tempat tersebut benar-benar bebas banjir,” ujar Li Claudia.
Ia menjelaskan, sejumlah kawasan permukiman padat berada di wilayah cekungan yang terbentuk akibat perkembangan pembangunan sebelumnya. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan melalui proses dan intervensi teknis yang matang.
Li Claudia menekankan, evaluasi tidak cukup hanya berdasarkan data lama, tetapi perlu melihat kondisi faktual di lapangan. Dengan demikian, titik yang sebelumnya telah mendapatkan penanganan dapat kembali dipastikan efektivitasnya.
Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad meminta seluruh jajaran memperkuat publikasi dan transparansi informasi terkait program penanganan banjir.
Menurut Amsakar, masyarakat perlu mengetahui langkah-langkah yang sedang maupun akan dilakukan Pemko Batam bersama BP Batam dalam mengatasi persoalan banjir.
Selain persoalan banjir, Amsakar juga meminta camat dan lurah menyusun neraca persoalan lingkungan secara rutin di wilayah masing-masing.
Neraca tersebut mencakup berbagai persoalan, mulai dari jalan berlubang, drainase hingga penerangan jalan. Data yang dihimpun diharapkan dapat mempercepat identifikasi persoalan sekaligus menentukan langkah penanganannya.
Dengan pembaruan data secara berkala, pemerintah berharap persoalan lingkungan di setiap wilayah dapat dipetakan secara lebih akurat dan ditindaklanjuti sesuai skala prioritas. (BTM/r)
