Tegas Perangi Narkoba, Amsakar Apresiasi Pengungkapan 800 Kg Ketamine

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Upaya aparat memutus mata rantai peredaran narkotika melalui jalur laut kembali membuahkan hasil. Sebanyak 800 kilogram Ketamine HCl berhasil diungkap dalam operasi gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, BNN RI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Polda Kepulauan Riau.

Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Selasa (1/9/2026). Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, turut hadir bersama jajaran aparat penegak hukum.

Penindakan bermula ketika petugas melakukan pemeriksaan terhadap kapal MV Fuchangxing I. Dari hasil penggeledahan di bagian buritan kapal, petugas menemukan 40 karung berisi zat yang berdasarkan hasil uji awal terindikasi kuat mengandung Ketamine HCl.

Total barang bukti yang diamankan mencapai 800 kilogram. Barang tersebut diduga berkaitan dengan jaringan narkotika lintas negara yang memanfaatkan jalur laut.

Direktur Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan penyidikan dari kasus sebelumnya.

Petugas sebelumnya mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan kapal MV Fuchangxing, sebuah kapal kargo berbendera Komoro. Kapal tersebut diduga melakukan aktivitas ship to ship dengan MT Ashley yang berbendera Mongolia.

Pergerakan kapal yang dinilai tidak lazim kemudian ditelusuri lebih lanjut hingga mengarah pada dugaan pengiriman narkotika melalui jalur laut.

“Penyelidikan ini merupakan pengembangan dari pengungkapan sebelumnya dari kapal King Sun,” kata Eko.

Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan 10 awak kapal. Mereka terdiri atas sembilan warga negara Myanmar dan satu warga negara Taiwan.

Nilai ekonomis barang bukti yang disita diperkirakan mencapai Rp1,208 triliun. Aparat juga memperkirakan pengungkapan 800 kilogram Ketamine HCl tersebut dapat menyelamatkan sekitar empat juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Edison mengatakan pemberantasan narkoba menjadi salah satu prioritas dalam penegakan hukum. Menurutnya, jaringan narkotika yang semakin kompleks membutuhkan kekuatan serta kerja sama antarlembaga.

“Untuk berperang melawan sindikat narkoba, dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi. Pengungkapan ini merupakan salah satu wujud nyata dari sinergi tersebut,” ujarnya.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, turut mengapresiasi langkah cepat aparat dalam mengungkap peredaran narkotika melalui jalur laut.

Menurutnya, posisi Batam dan Kepulauan Riau sebagai wilayah perbatasan membuat daerah ini menghadapi tantangan besar dalam mencegah berbagai bentuk kejahatan transnasional, termasuk peredaran narkotika.

“Daerah perbatasan seperti Batam dan Kepri ini rawan terhadap kejahatan transnasional. Karena itu, komitmen dan kolaborasi yang terbangun seperti ini menjadi langkah penting untuk bersama-sama mencegah dan memberantas peredaran narkoba,” ujar Amsakar.

Menurut Amsakar, pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan. Pengawasan dan pencegahan juga harus diperkuat melalui komitmen bersama dari berbagai pihak, mulai dari hulu hingga hilir.

Ia menilai penandatanganan pakta integritas dan deklarasi antinarkoba oleh para pengelola tempat hiburan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat komitmen tersebut.

“Kalau semua pihak sudah berkomitmen dan menandatangani kesepakatan bersama serta pakta integritas, berarti kita membangun komitmen dari hulu sampai ke hilir,” katanya.

Pada akhir kegiatan, para pengelola tempat hiburan malam turut menandatangani pakta integritas dan deklarasi antinarkoba. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat pengawasan serta mencegah tempat hiburan dimanfaatkan sebagai ruang peredaran maupun penyalahgunaan narkotika. (Btm/r)

  • Bagikan
Exit mobile version