UPDATE : Korban Banjir dan Longsor di Sumatera 303  Meninggal, 279 Hilang dan Ribuan Warga Mengungsi

  • Bagikan
Tim SAR Gabungan evakuasi korban tanah longsor di Jln Humala tambunan sumut - btm.co.id/dok Basarnas

BTM.CO.ID, JAKARTA – Bencana banjir dan longsor yang terjadi hampir serentak di tiga provinsi di Sumatera yakni Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara—menyebabkan dampak besar terhadap keselamatan warga, infrastruktur, serta aktivitas sosial ekonomi.

Berdasarkan laporan BNPB per 29 November 2025 pukul 17.40 WIB, bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera mengakibatkan total 303 korban meninggal dunia. Rincian korban terdiri dari 90 orang di Sumatera Barat, 47 orang di Aceh, dan 166 orang di Sumatera Utara.

Sumatera Barat: 90 Meninggal, 85 Hilang

Provinsi Sumatera Barat menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah. Sedikitnya 90 orang meninggal dunia, 85 orang hilang, dan 10 orang luka-luka.

Kabupaten Agam mencatat jumlah korban tertinggi dengan 24 jiwa meninggal. Banjir merendam sedikitnya 16 kecamatan di wilayah ini, mengakibatkan puluhan rumah rusak dan ratusan warga mengungsi.

Sejumlah daerah lain seperti Tanah Datar, Padang Pariaman, Pasaman Barat, dan Kota Padang juga melaporkan kerusakan berat pada rumah warga, jalan, jembatan, serta fasilitas umum.

BNPB telah menyalurkan logistik berupa paket sembako, tenda, selimut, hygiene kit, matras, makanan siap saji, hingga peralatan kebersihan ke berbagai kota dan kabupaten terdampak seperti Kota Pariaman, Kota Solok, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Agam.

Aceh: 47 Meninggal, 51 Hilang

Banjir dan longsor yang menerjang Provinsi Aceh pada pekan keempat November 2025 mengakibatkan 47 korban meninggal, 51 orang hilang, dan 8 warga luka-luka. Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Pidie Jaya, Bireuen, dan Gayo Lues menjadi daerah dengan laporan korban meninggal tertinggi.

BNPB mencatat lebih dari 15 kabupaten/kota mengalami dampak banjir dan longsor, termasuk Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Barat Daya, dan Kota Lhokseumawe.

Bantuan logistik yang didrop melalui Lanud Sultan Iskandar Muda meliputi mie instan, genset, Starlink, perahu karet, tenda keluarga, kompresor, hingga paket kebutuhan keluarga. Bantuan tambahan juga dikirim ke wilayah pedalaman yang terisolasi akibat akses jalan putus.

Sumatera Utara: 166 Meninggal, 143 Hilang

Sumatera Utara menjadi provinsi dengan dampak terberat. BNPB melaporkan 166 warga meninggal dunia, sementara 143 orang dinyatakan hilang.

Dampak paling signifikan terjadi di:

  • Kabupaten Tapanuli Tengah
  • Kabupaten Tapanuli Selatan
  • Kota Sibolga

Ribuan warga terpaksa mengungsi karena rumah dan jalan utama rusak berat akibat banjir dan longsor yang terjadi berturut-turut sejak 25–28 November 2025.

BNPB telah mendistribusikan bantuan tahap I hingga tahap III berupa ribuan paket sembako, makanan siap saji, tenda, selimut, pakaian layak pakai, perahu karet, hingga alat berat untuk membuka jalur yang tertutup material longsor.

Pemerintah Pusat Intensifkan Penanganan

BNPB, TNI, Polri, Basarnas, dan pemerintah daerah terus melakukan pencarian korban hilang serta mengevakuasi warga yang masih terjebak. Penyaluran logistik darurat terus dipercepat menggunakan jalur udara, laut, dan darat.

Sementara itu, Presiden direncanakan meninjau langsung beberapa lokasi terdampak terparah dalam waktu dekat. (BTM/DDR)

  • Bagikan
Exit mobile version