NEWS VIDEO: Bulog Siap Ekspor 500 Ribu Ton Beras Premium ke Malaysia dengan Rp16.000 Per Kilogram

  • Bagikan

BTM.CO.ID, JAKARTA – Perum Bulog berencana mengekspor sebanyak 500 ribu ton beras premium ke Malaysia setelah tercapai kesepakatan harga dengan pihak negara tersebut.

Rencana ekspor ini dilakukan di tengah melimpahnya stok cadangan beras pemerintah yang kini mencapai jutaan ton di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan penawaran awal dari Malaysia berada di angka 3,7 ringgit Malaysia atau sekitar Rp16 ribu per kilogram untuk beras premium pecahan 5 persen.

BACA JUGA:  Tiga Bandara Kembali Beroperasi, Penerbangan di Soekarno-Hatta hingga Husein Sastranegara Dilanjutkan

“Penawaran awal dari Malaysia 3,7 ringgit Malaysia atau sekitar Rp16.000 untuk beras premium dengan pecahan 5 persen,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani, Sabtu (23/5/2026).

Ia menegaskan bahwa kebijakan harga ekspor tetap mengikuti arahan Presiden agar tidak merugikan petani dalam negeri.

“Sesuai arahan Presiden, harga harus sesuai agar petani tidak dirugikan,” katanya.

Menurutnya, saat ini stok beras yang dikuasai Bulog di seluruh Indonesia mencapai 5,39 juta ton. Jumlah tersebut menjadi salah satu cadangan terbesar yang dimiliki pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA:  NEWS VIDEO: Presiden Prabowo Tegaskan Biaya Pendidikan Negeri Harus Gratis, dari SD hingga Universitas

“Stok beras Bulog seluruh Indonesia mencapai 5,39 juta ton,” ujarnya.

Untuk mendukung penyimpanan cadangan beras nasional, Bulog memiliki kapasitas gudang sekitar 4 juta ton dan tambahan gudang sewa sekitar 2 juta ton.

“Gudang menampung sekitar 4 juta ton, dan kami sudah menyewa tambahan kapasitas 2 juta ton,” tambahnya.

BACA JUGA:  NEWS VIDEO: Usai Salat Jumat, Nusron Wahid Langsung Temui Wartawan, Ini yang Disampaikannya

Selain itu, Bulog juga tengah memperluas jaringan logistik dengan menyiapkan sekitar 100 titik gudang baru di berbagai wilayah, terutama di daerah tingkat III dan kabupaten/kota yang belum memiliki gudang penyimpanan.

“Sebanyak 100 titik gudang disiapkan di wilayah 3T dan kabupaten/kota yang belum ada gudang untuk mempercepat layanan kepada masyarakat,” tutupnya. (Btm/DDR)

  • Bagikan