BTM.CO.ID, PURWAKARTA – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) , menyampaikan keprihatinannya atas viralnya video seorang siswi yang mengacungkan jari tengah kepada guru di sebuah SMA negeri di Purwakarta, Sabtu (18/4/2026).
Menurut KDM, tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap hormat seorang siswa kepada guru dan harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama dalam pembinaan karakter generasi muda.
“Saya prihatin atas kejadian seperti ini. Orang tua siswa sudah dipanggil oleh pihak sekolah, dan sekolah juga telah memberikan sanksi berupa skorsing selama 19 hari disertai bimbingan di rumah,” ujar KDM.
Ia menilai, selain sanksi administratif, siswa yang bersangkutan juga perlu mendapatkan hukuman yang bersifat edukatif untuk membentuk karakter.
“Saran saya, diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah dan toilet sekolah. Waktunya bisa disesuaikan, satu bulan, dua bulan, atau tiga bulan tergantung perkembangan anak tersebut. Hukuman ini untuk pembinaan karakter,” tegasnya.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah SMA negeri di Purwakarta, di mana sejumlah siswa melakukan tindakan tidak terpuji terhadap seorang guru di dalam kelas. Saat guru hendak meninggalkan ruangan usai kegiatan belajar mengajar, beberapa siswa terlihat mengacungkan jari tengah ke arah punggung guru.
Tak hanya itu, seorang siswa lainnya juga tampak melakukan gerakan tidak pantas ke arah kepala guru. Aksi tersebut terekam video dan kemudian viral di media sosial.
Setelah video tersebut tersebar luas, para siswa yang terlibat akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada guru yang bersangkutan.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik dan memicu diskusi mengenai pentingnya pendidikan karakter serta peran orang tua dan sekolah dalam membentuk sikap hormat siswa terhadap guru. (Btm/ddr)
