Kemasan Beras SPHP Berganti Jadi Beras Kita Medium, Bulog Siapkan Tambahan 1 Juta Ton

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Perum BULOG melakukan perubahan kemasan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi Beras Kita Medium. Perubahan tersebut dilakukan agar beras program pemerintah memiliki tampilan yang lebih menarik sekaligus mampu bersaing dengan produk beras kemasan milik swasta di pasaran yang akan diluncurkan 20 Oktober 2026 mendatang.

Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, perubahan kemasan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat daya saing produk beras pemerintah.

“Pergantian kemasan beras SPHP menjadi kemasan Beras Kita Medium agar produknya sama dengan yang lainnya, seperti Minyak Kita, Gula Kita dan yang lainnya,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Menurutnya, nama Beras Kita Medium memiliki makna tersendiri, yakni mencerminkan semangat untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.

BACA JUGA:  Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Dudung Abdurachman Tinjau Panen Tebu Register 44 Way Kanan, Pastikan Kehadiran Negara bagi Petani

“Beras Kita Medium ini artinya kita adalah keluarga Indonesia sejahtera. Diharapkan Beras Kita ini mampu bersaing di pasaran dengan kemasan baru,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah resmi menambah alokasi penyaluran beras program SPHP sebesar 1 juta ton. Kebijakan tersebut diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan sebagai langkah memperkuat cadangan pangan nasional sekaligus menjaga keterjangkauan harga beras di tingkat masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan, tambahan tersebut melengkapi alokasi SPHP tahun 2026 yang sebelumnya ditetapkan sebesar 828.000 ton.

“SPHP satu juta ton ini merupakan penambahan dari alokasi sepanjang 2026 yang sebelumnya sudah ditetapkan sebesar 828 ribu ton. Kemarin 828 ribu ton, sudah tinggal 80 ribu lagi, medium ya SPHP itu. Kita tambah lagi tadi satu juta SPHP medium,” ujar Zulkifli.

BACA JUGA:  Kemenpar Bidik Wisatawan India, Kenalkan Yogyakarta dan Lombok sebagai Alternatif Bali

Sementara itu, Menteri Pertanian RI sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stok dan produksi kebutuhan pangan secara umum berada dalam kondisi aman.

Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah, salah satunya mendorong penyaluran beras medium dan premium secara masif melalui jaringan ritel modern.

“Kesimpulan semuanya aman. Produksi dan kebutuhan pangan kita aman. Yang pertama, SPHP kita tambah dan beras medium juga premium didorong ke ritel-ritel. Yang kedua, beras pecah atau menir kita stop impornya. Yang ketiga, untuk menekan harga ini, operasi pasar besar-besaran. SPHP ditambah 1 juta ton, kemudian bantuan pangan dipercepat,” ujar Amran.

Menanggapi penambahan kuota tersebut, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan pihaknya siap mengoptimalkan seluruh jaringan distribusi dan rantai logistik.

BACA JUGA:  HPN 2027 Berpotensi Beralih dari PWI ke Dewan Pers, Akan Libatkan Seluruh Konstituen

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar tambahan pasokan beras dapat segera tersalurkan ke pasar tradisional maupun gerai modern.

“BULOG akan mengoptimalkan seluruh jaringan dan rantai logistik agar pasokan tambahan ini langsung menyentuh pasar tradisional maupun gerai modern, sehingga masyarakat tetap dapat membeli beras dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Rizal juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian yang terus menjaga tren produksi dalam negeri. Kondisi tersebut dinilai membantu BULOG dalam menyerap gabah petani sekaligus mengamankan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Dengan perubahan kemasan menjadi Beras Kita Medium dan tambahan alokasi SPHP sebesar 1 juta ton, pemerintah berharap ketersediaan beras di pasaran semakin terjamin serta harga tetap terjangkau bagi masyarakat. (Btm/ddr)

  • Bagikan