Pemerintah Uji Konversi LPG 3 Kg ke CNG, Bahlil: Indonesia Bisa Hemat hingga 40 Persen

  • Bagikan
Keterangan Pers Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Jakarta, 5 Mei 2026

BTM.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah melakukan uji coba konversi penggunaan gas LPG 3 kilogram ke gas CNG 3 kilogram untuk kebutuhan rumah tangga. Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Bahlil mengatakan, pengembangan bahan bakar gas CNG dinilai strategis karena bahan bakunya tersedia melimpah di Indonesia dan proses pengelolaannya juga dapat dilakukan di dalam negeri.

“Bahan baku gas CNG ada di Indonesia dan pengelolaannya bisa dilakukan di Indonesia. Indonesia bisa hemat 30 hingga 40 persen,” ujar Bahlil.

Menurutnya, di tengah ketidakpastian global saat ini, Indonesia perlu memperkuat kemandirian energi, khususnya untuk kebutuhan gas rumah tangga.

CNG sendiri merupakan singkatan dari Compressed Natural Gas atau gas alam terkompresi. Bahan bakar ini berasal dari gas bumi yang sebagian besar mengandung metana (CH4), kemudian dikompresi dengan tekanan tinggi agar dapat digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga maupun industri.

Saat ini, penggunaan CNG sebenarnya telah diterapkan di sejumlah sektor seperti hotel, restoran, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan ukuran tabung 10 kilogram dan 20 kilogram.

Pemerintah kini tengah menguji coba penggunaan tabung CNG ukuran 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG subsidi.

“Sekarang tabung gas LPG 3 kilogram sedang diuji coba untuk gas CNG 3 kilogram. Hasilnya bisa kita lihat dua hingga tiga bulan ke depan,” katanya.

Selain membahas konversi gas, Bahlil juga menanggapi isu kenaikan tarif listrik yang beredar di masyarakat. Ia memastikan hingga Mei 2026 belum ada kenaikan tarif listrik.

“Tarif listrik di bulan Mei tidak ada kenaikan tarif listrik,” tegasnya. (Btm/ddr)

  • Bagikan
Exit mobile version