BP Batam Luncurkan Sistem Perizinan Online Terpadu, Permudah Urus Perizinan Di Kota Batam

BTM.CO.ID, BATAM – Sistem Perizinan Online Terpadu Badan Pengusahaan (BP) Batam resmi diluncurkan, Senin (27/9/2021) malam. Ditandai dengan penekanan tombol digital secara bersama-sama oleh Kepala BP Batam, HM Rudi, Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak, jajaran pimpinan BP Batam, serta beberapa orang tokoh masyarakat.

Acara yang digelar di Grand Galaxy Ballroom lt.3, Planet Holiday Hotel, tersebut bertepatan dengan dua tahun kepemimpinan HM Rudi di BP Batam. Tepat tanggal 27 September 2019 lalu di Jakarta, bersama wakilnya Purwiyanto dan 4 Anggota Bidang, dilantik oleh Ketua Dewan Kawasan untuk memimpin Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Dalam acara peluncuran Sistem Perizinan Online Terpadu BP Batam tersebut diawali dengan sambutan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI sekaligus Ketua Dewan Kawasan Batam, Airlangga Hartarto. Dia mengucapkan selamat atas telah diluncurkannya SPOT BP Batam tersebut. Airlangga juga mengapresiasi upaya BP Batam yang terus menyempurnakan sistem tersebut. Diharapkan dengan sistem online tersebut segala urusan perizinan bisa lebih cepat dan mudah. Sehingga investasi meningkat dan bisa mendorong program pemulihan ekonomi nasional.

“Usai pengesahan PP 41 Nomor Tahun 2021, terkait penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas Batam ini mengamanatkan BP Batam sebagai regulator di Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebeas Batam dan kewenangan yang lebih luas dalam rangka perizinan dan harapannya kendala birokrasi dapat segera diselesaikan dan penyelesaiannya bisa lebih cepat. Terdapat 67 jenis perizinan dari 8 sektor usaha, yakni pelabuhan, kesehatan, perdagangan, energi, sumber daya mineral, dan sektor kelautan dan perikanan. Sejalan dengan hal tersebut BP Batam diharapkan terus melakukan terobosan-terobosan yang mempermudah proses-proses perizinan guna meningkatkan ekosistem investasi agar kegiatan berusaha di Pulau Batam bisa meningkat salah satu adalah penyempurnaan berbasis elektronik atau Online Single Submission,” kata Erlangga dan berpesan dalam menjaga iklim investasi BP Batam tetap menjalin kerja sama yang baik dengan semua pihak.

Dalam acara tersebut 4 Anggota Bidang BP Batam termasuk Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto saling bergantian memaparkan kinerja selama mereka memimpin bidang di BP Batam. Dimulai dari Syahril Japarin, Anggota Bidang Pengusahaan, Sudirman Saad, Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Enoh Suharto, Anggota Bidang Kebijakan Strategis, Wahjoe Triwidijo Koentjoro, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan.

BACA JUGA:   Best Western Premier Panbil Hadirkan Berbuka Puasa di La Bella Vita Rooftop, Suguhkan Pemandangan Indah Kota Batam

Sementara Kepala BP Batam, HM Rudi kembali menegaskan sektor infrastruktur pun dipilih untuk menjadi salah satu fokus utama BP Batam untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam. “Mudah-mudahan dukungan dari Bapak, Ibuk sekalian ini bisa kami capai,” harap Rudi.

Khusus Sistem Perizinan Online Terpadu BP Batam kata Rudi tak lain adalah untuk memudahkan dalam pengurusan perizinan. Hal tersebut merupakan amanat diberlakukannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2021, yang mana terdapat 67 jenis perizinan dari 8 sektor usaha yang berada di bawah kewenangan Badan Pengusahaan Batam.

BACA JUGA:   Hadir di Opening Melawa Premium Golden Prawn Bengkong, Kapolsek Bengkong Iptu Doddy Basyir Do'akan Jadi Tempat Kunjungan Utama Wisatawan

“Bahkan nanti akan kita bangun gedung 10 lantai untuk perizinan ini. Semua nanti ada di situ. Jadi tak cari-cari saya lagi,” kata Rudi sambil menunjukkan desain gedung pelayanan satu pintu yang akan dibangun di samping Mall Pelayanan Publik, Batam Center, tersebut.

Dijelaskannya, di sepanjang tahun 2020, puluhan pengelolaan dan pembangunan infrastruktur Kawasan telah dibangun, antara lain pembangunan dan pengembangan jalan arteri dan kawasan industri, jalur sepeda, dan Instalasi Pengelolaan Air dan Limbah (IPAL).

Area terbuka hijau yang dilengkapi wahana rekreasi sebagai sarana hiburan masyarakat Batam juga tidak luput dari perhatian. Sebut saja, Taman Rusa Sekupang dan Taman Kolam Sekupang yang saat ini sedang dalam pembangunan, yang nantinya akan dilengkapi trek pejalan kaki, jalur sepeda dan jogging.

Pengembangan dan pembangunan infrastruktur vital lainnya yakni pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Pelabuhan Batuampar, Rumah Sakit BP Batam, hingga pengelolaan waduk yang berkelanjutan, seperti pembangunan panel surya sebagai energi listrik alternatif di Batam. Bersama Sunseap Group dan PT Toba Bara Energi, BP Batam telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Investasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung di Batam.

BP Batam juga telah menjadi bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE) yang mengelola Auto Gate System di Pelabuhan Batu Ampar dan terintegrasi dengan TPS Online milik Bea Cukai. Selain itu, Batam Logistic Ecosystem (BLE) sebagai turunan dari NLE, berhasil menjadi pilot project bagi daerah lain di Indonesia.

BACA JUGA:   Cara Bikin Website Media Murah, Beli Domain 100 Ribu Per Tahun Menggunakan Server Blogspot Gratisan

Dari sisi regulasi, melalui pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2021, terdapat 67 jenis perizinan dari 8 sektor usaha yang berada di bawah kewenangan Badan Pengusahaan Batam.

Meski menyandang status Kawasan Perdagangan Bebas, Batam kini telah memiliki dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang telah disahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yaitu PP Nomor 67 Tahun 2021 tentang KEK Batam Aero Technic (BAT) dan PP Nomor 68 Tahun 2021 tentang KEK Nongsa. Kini, Badan Pengusahaan Batam tengah mempersiapkan diri untuk menyusun pengajuan KEK Kesehatan di kawasan Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam, Sekupang. Untuk mendukung hal tersebut, berbagai upaya telah dilakukan oleh Rumah Sakit Badan Pengusahaan Batam berupa peningkatan layanan infrastruktur dan sumber daya manusia yang unggul.

Sejumlah pencapaian investasi dan kegiatan ekspor terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) terdapat peningkatan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) antara 2020 dan 2021 sebanyak 10,69 persen dengan peningkatan jumlah proyek sebanyak 201,12 persen. Selain itu, secara kumulatif (c-to-c), total ekspor Kota Batam meningkat 19,23 %, yaitu sebesar USD 6,28 M pada Bulan Januari-Juli Tahun 2021.(btm /emr)