Mentan Amran Ungkap Pengusaha Batam Beli Beras Ilegal dari Thailand Seharga Rp5.700 per Kg

  • Bagikan
Tangkap layar youtube kompas TV saat prescon mentan Amran dengan APH Batam dan Juga Kepala BP batam terkait penindakan impor beras ilegal 40 ton dan minyak goreng masuk Batam Selasa (25/11/2025) - btm.co.id/ist

BTM.CO.ID, BATAM — Penangkapan 40 ton beras ilegal beserta minyak goreng yang masuk ke Batam pada Selasa (25/11/2025) malam terus mendapat sorotan pemerintah pusat. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan fakta baru terkait asal-usul beras tersebut.

Amran menyebut bahwa beras ilegal itu diduga dibeli pengusaha di Batam dari Thailand dengan harga sekitar Rp5.700 per kilogram.

Harga tersebut jauh lebih murah dari harga beras nasional, sehingga berpotensi memicu kerusakan stabilitas harga dan merugikan petani dalam negeri.

BACA JUGA:   Komitmen Kepala BP Batam Dorong Laju Pertumbuhan Ekonomi

“Thailand sama di Batam beras harganya Rp5.700 per kilogram,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Menurutnya, harga yang sangat murah itu terjadi karena beras tersebut memang diproduksi untuk pasar Indonesia, namun masuk melalui jalur ilegal.

BACA JUGA:   Amsakar Achmad: Pembangunan Infrastruktur Pemukiman di Kota Batam Melibatkan Masyarakat

“Harga murah karena beras pasarnya Indonesia,” tambahnya.

Mentan Amran menegaskan bahwa praktik seperti ini tidak hanya melanggar aturan perdagangan, tetapi juga memberi ancaman serius terhadap produksi beras nasional. Pemerintah, kata dia, tidak akan mentoleransi pelaku penyelundupan yang merusak pasar dalam negeri.

Sebelumnya, aparat gabungan di Batam telah mengamankan 40 ton beras ilegal dan minyak goreng dari sebuah aktivitas mencurigakan di pelabuhan pada malam hari. Saat ini, aparat tengah menelusuri pemilik barang serta jaringan yang diduga terlibat dalam penyelundupan tersebut.

BACA JUGA:   Satgas Bea Cukai Batam Catat Kinerja Luar Biasa dalam Pemberantasan Penyelundupan di Batam

Pemerintah memastikan bahwa pengawasan di wilayah perbatasan, termasuk Batam, akan diperketat untuk mencegah masuknya pangan ilegal ke Indonesia. (btm/DDR)

  • Bagikan