Pemko Batam Akan Lakukan Survei Herd Imunity Kepada Warga

BTM.CO.ID, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam, mulai menyurvei untuk mengukur kekebalan kelompok (herd immunity) atas Covid-19 di wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid, mengatakan, Survei ini perlu dilakukan untuk memastikan masyarakat Batam sudah memiliki kekebalan. Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Survey Herd Imunity Masyarakat Kota Batam terhadap Covid-19 di Ruang Rapat Hang Nadim Kantor Wali Kota Batam, Kamis (21/10/2021).

BACA JUGA:   Rooftop Break Cuma 65 Ribu, Pilihan Nongkrong Anak Muda di lantai 15 La Bella Vita BWP Panbil Batam

Untuk itu, survei tersebut perlu dilakukan untuk memastikan masyarakat Batam sudah memiliki kekebalan tubuh dalam melawan Covid-19. Secara teknis, survei tersebut akan dibantu Camat, Lurah, hingga Kepala UPT Puskesmas masing-masing wilayah.

“Nanti datanya dari Disduk Capil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) dan diteruskan ke Camat dan Lurah untuk mencari orangnya dan dilakukan pengecekan di Puskesmas masing-masing untuk mengambil sampel darah,” katanya.

BACA JUGA:   BP Batam Fasilitasi Kemudahan Berusaha di KEK Melalui Smart Card di Sistem Lintas Keimigrasian

Ia meminta semua masyarakat mendukung survei tersebut untuk menjamin bahwa Batam sudah sempurna dalam melawan Covid-19 dan saat Batam dibuka untuk pariwisata nantinya kasus tidak melonjak.

“Ini penting bagi kita semua. Semoga hasilnya segera kita dapati apakah Batam sudah mencapai herd immunity atau belum,” katanya.

Secara data, seusai yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, hingga 20 Oktober 2021, capaian vaksinasi di Batam untuk dosis pertama sudah 84,6 persen atau sudah 768.216 warga divaksin dari total sasaran sebanyak 907.317 warga. Untuk dosis kedua mencapai 591.156 orang (65,1 persen).

BACA JUGA:   Pemko Batam Apresiasi Kader Posyandu dan Kelurahan Membantu Penanganan Covid-19

“Untuk dosis ketiga, khusus tenaga kesehatan kita sudah 4.521 orang atau 81,4 persen dari total sasaran 5.548 tenaga kesehatan,” ujarnya. (BTM /r)