Fadhli Bayi Penderita Hidrosefalus Asal Kavling Saguba, Sagulung Kota Batam Butuh Uluran Tangan

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Keluarga pasangan Martias dan Wiwin saat ini sangat membutuhkan uluran tangan masyarakat. Pasalnya, Fadhli putra pertama mereka yang baru berusia enam bulan saat ini hanya mampu terbaring lemah di atas kasur, karena mengidap penyakit hidrosefalus. Makin hari kepalanya makin membesar dan butuh penanganan serius. Tapi, apalah daya. Keluarga ini hanya hidup pas-pasan. Sehingga tak mampu memberikan pengobatan maksimal pada anak kesayangannya itu.

“Terbayang bagi kami betapa perihnya hati seorang ibu yang harus menyaksikan anaknya menderita penyakit itu,” ujar Khairul, Koordinator Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kepri, Kamis (19/8/2021).

Banner IDwebhost

Untuk membantu agar Fadhli bisa mendapatkan penanganan lebih serius yakni dengan jalan operasi, maka ACT Kepri membuka donasi yang dihimpun melalui;
https://indonesiadermawan.id/BantuFadhilSembuh

“Bagi yang mau menyumbang bisa membuka link tersebut, akan ada cara menyumbang dan rekening tujuan,” kata Khairul. Per tanggal 19 Agustus 2021 sudah terlihat total sumbangan sebesar Rp2.760.000.

BACA JUGA:   Kunjungan Wisatawan ke Batam Semakin Meningkat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Diungkapkan Khairul, dari keterangan yang diberikan sejak masih di dalam kandungan, dokter sudah memvonis jika anak yang dikandung Wiwin sudah mengalami kelainan.

“Begitu dilahirkan kepalanya sudah membesar, dan sekarang penderitaannya bertambah. Tiap hari Fadhli bisanya hanya menangis, apa gak sedih kita melihatnya,” ujar Khairul.

Beban ekonomi yang semakin sulit di masa pandemi ini lanjut Khairul membuat orang tua Fadhil pasrah akan kondisi anak pertamanya itu.

BACA JUGA:   Tokoh Masyarakat Belakangpadang Dukung Jefridin Maju Menjadi Calon Wakil Wali Kota Batam, Lanjutan Pembangunan Batam

Orang tuanya sudah semaksimal mungkin memberikan pengobatan terbaik. Namun, untuk operasi mereka mengaku tak memiliki biaya. Mengingat ayah Fadhil hanyalah seorang helper di salah satu galangan kapal di Kota Batam, yang dibayar Rp15.000 per jam.

“Tapi sejak ia kerja di galangan belum pernah full kerja 1 bulan, dalam 4 bulan ini jarang masuk kerja karena harus bolak balik ke rumah sakit. Paling banyak saya dalam 1 bulan itu hanya 15-20 hari saja,” ungkapnya.

Tentu saja nominal tersebut masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, susu Fadhil dan kebutuhan lainnya. Apalagi penyakit yang diderita Fadhil mengharuskan pakai AC sebagai pendingin ruangan, tapi karena mereka tak sanggup beli AC, hanya pakai kipas angin saja di rumahnya, ditambah lagi sudah 3 bulan menunggak bayar kontrakan rumah.

BACA JUGA:   Menko Bidang Perekonomian Erlangga Hartarto : Pembangunan Bandara Hang Nadim Harus Segera Dilakukan

“Saat ini hanya rawat jalan, masih bolak balik RSBP. Untuk bolak-balik itu mereka sekarang juga kesusahan,” ungkapnya lagi.

Sehingga Khairul mengajak masyarakat untuk menyisihkan uang untuk kesembuhan Fadhli. Selain melakukan transfer ke rekening yang sudah ditentukan, masyarakat yang ingin menyumbang secara langsung untuk kebutuhan hidup sehari-hari juga dapat mengantarkan secara langsung ke alamat atau tempat tinggal keluarga ini di Kavling Saguba, Blok C, Nomor 180, Seibinti, Kecamatan Sagulung, Batam.

“Atau bisa juga melalui ACT Kepri,” kata Khairul.(btm /emr)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *