Bang Jef Ajak Supir Taksi Konvensional dan Taksi Online Jaga Batam Tetap Kondusif

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – NGobrol Pinter (Ngopi) bareng Jefridin, M.Pd. atau yang akrab disapa “Bang Jef”, mendengar curhatan para supir taksi konvensional pangkalan Pelabuhan Telaga Punggur.

Tarigan ketua forum taksi Telaga Punggur menyampaikan, bahwa mereka ingin mencari nafkah yang aman dan nyaman. Sebagai orang yang sudah lama berprofesi sebagai sopir taksi, ia dan reka-rekan sesama supir lainnya tidak ingin adanya perkelahian dengan sesama sopir.

“Tapi itulah realitanya, bahwa kami sering diposting dimedsos ada cekcok dengan rekan kami driver online, namun sesungguhnya kami tidak menginginkan hal itu terjadi,” ucap tarigan.

Mereka menyampaikan bahwa jangkauan taksi online jauh lebih luas, sepanjang jalan di Kota Batam. Bahkan bisa dengan leluasa mengantar dan mengambil penumpang di perkantoran, rumah sakit, mall dan pelabuhan.

BACA JUGA:   Kapolri Berikan Penghargaan ke Atlet Polri yang Sumbang Medali untuk Indonesia di Sea Games

“Sementara kami jika sudah mengantar penumpang ke tempat tujuan, balik lagi ke pelabuhan tidak ada membawa sewa Bang. Kami mohon tolong carikan jalan keluar, sehingga bisa sama-sama mencari rezeki,” tutur mereka.

Atas waktu yang diberikan, para supir taksi konvensional pangkalan Pelabuhan Telaga Punggur mengapresiasi dan berterimakasih kepada Bang Jef. Besar harapan mereka permasalahan antara supir taksi konvensional dengan supir taksi online dapat selesai.

“Terimakasih Bang Jef sudah bersedia mendengar keluhan kami. Kami berharap masalah ini ada jalan keluar,” kata mereka menyampaikan harapannya.

BACA JUGA:   Johannes Kennedy: Eco Edu Park Panbil Nature Reserve Batam Kerjasama Panbil Group dengan BKSDA
www.btm.co.id

Syaiful selaku ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Wilayah Provinsi Kepulauan Riau mengatakan, keributan yang terjadi antar taksi konvensional dan taksi online tersebut semata karena rebutan penumpang. Taksi online masuk ke bandara dan pelabuhan tempat mangkalnya taksi konvensional.

Lebih jauh syaiful menyampaikan bahwa hal ini disebabkan masalah kuota (jumlah unit ) taksi online yang tanpa batas perekrutannya.

“Saya mencermati selama ini kuota taksi online ini sepertinya non limit atau tanpa batas perusahan apklikator bebas merekrut. Usaha taksi ini seperti hukum deman dan supply. Jika penumpangnya sedikit, sementara unit taksinya banyak mereka para driver tentu sulit mendapatkan penghasilan sehingga taksi online berupaya kemana mana cari penumpang,” jelasnya.

BACA JUGA:   Bahas Keamanan Laut Perbatasan Singapura, Kepala Zona Barat Terima Kunjungan Konsulat Jenderal Singapura

Menanggapi keluhan yang disampaikan para supir ini, Bang Jef mengajak agar menjaga Batam aman, nyaman dan kondusif. Jika Batam tidak aman, nyaman dan kondusif berdampak pada jumlah kunjungan orang datang ke Batam. Baik wisatawan mancanegara, domestik dan investor.

“Jangan sampai terjadi gesekan. Mari Kita jaga agar Batam, aman, nyaman dan kondusif. Terimakasih atas informasi yang diberikan, nanti akan Kita cari jalan keluarnya sehingga antara supir taksi konvensional dan taksi online bisa sama-sama tenang mencari nafkah untuk keluarga,” sebutnya. (BTM /r)

  • Bagikan