Tourism Malaysia Gelar Virtual Travel Mart Roadshow di Batam, Kunjungi Langkawi Turis Tak Perlu Karantina

  • Bagikan

BTM.CO.ID, BATAM – Tourism Malaysia Virtual Travel Mart Roadshow 2021 digelar di HARRIS Hotel Batam Center, Selasa (15/2/2022) pagi.

Acara tersebut diikuti anggota Asita Kepri dan pelaku pariwisata Malaysia yang terhubung secara virtual. Sebelumnya acara yang sama juga digelar di Yogyakarta, Jakarta dan Surabaya.

Banner IDwebhost

Acara sendiri dibuka secara virtual oleh Director General Tourism Malaysia, Dato’ Haji Zainuddin Abdul Wahab.

Haryanty Abu Bakar, Deputy Director Tourism Malaysia Jakarta yang hadir secara langsung di Batam menjelaskan, pandemi Covid-19 yang melanda sejak tahun 2019 telah merubah banyak hal di industri pariwisata dunia.

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Pandemi mengharuskan setiap orang mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mengurangi mobilitas serta menjaga jarak, sehingga sangat berdampak pada industri pariwisata.

Dalam upaya membangkitkan sektor pariwisata ini lanjutnya telah diambil langkah-langkah serta kebijakan, termasuk di Malaysia sendiri.

Salah satunya pemerintah Malaysia sudah membuka Langkawi untuk pariwisata melalui program Langkawi International Travel Bubble yang bermula pada 15 November 2021. Di mana wisatawan internasional tidak perlu menjalani karantina tetapi diharuskan untuk tinggal minimal tujuh hari di pulau Langkawi sebelum diperbolehkan mengunjungi wilayah lain di seluruh Malaysia.

BACA JUGA:   Binda Kepri Gelar Vaksinasi Booster Serentak Bagi Petugas Publik Sektor Perbankan Di Kota Batam

“Sampai di Lengkawi wisatawan bebas kemana saja, ada banyak pulau dan tempat wisata di Lengkawi, jadi tak hanya di hotel saja. Hari kedelapan setelah menjalani tes kesehatan wisatawan bebas mengunjungi tempat-tempat lainnya di Malaysia. Mau ke KL (Kuala Lumpur), Johor, Genting, atau tempat-tempat lainnya bebas selama 30 hari, setelah itu harus kembali ke negara masing-masing,” ungkapnya.

Pelaksanaan program Langkawi International Travel Bubble ini mendapat sambutan yang cukup baik dari masyarakat dunia. Sehingga 14 Februari 2022, tercatat sebanyak 4,739 pelancong dari 99 negara telah masuk ke Malaysia dan 138 di antaranya adalah dari Indonesia.

“Namun, sampai saat ini pintu masuknya masih dari Jakarta,” ungkapnya lagi.

Untuk menyukseskan program Langkawi International Travel Bubble, Malaysia Airlines selaku partner resmi acara business matching ini juga menyampaikan kabar terbaru rencana pembukaan kembali rute perjalanan dari Jakarta dan Denpasar ke Kuala Lumpur pada 1 Maret 2022 secara daily flight.

BACA JUGA:   Apartemen Balmoral, Ikon Terbaru Gaya Resort Modern Di Tepi Pantai Marina Kota Batam

Hal tersebut juga sejalan dengan rencana pemerintah Malaysia yang akan kembali
border bagi tujuan pariwisata, terutamanya pelancong dari Indonesia, mulai 1 Maret mendatang.

“Saat ini aturannya masih dibahas di level kabinet. Virtual Travel Mart Roadshow ini diadakan sebagai langkah persiapan Malaysia untuk membuka kembali border (perbatasan) itu,” ungkapnya.

Diharapkan dengan Tourism Malaysia Virtual Travel Mart Roadshow ini kata Haryanty para agent travel di kedua negara bisa saling terhubung dan berbagi informasi terkini tentang pariwisata kedua negara.

“Di acara kali ini ada sebanyak tiga puluh Malaysian seller, 25 travel agent dan 6 hotel dan resort. Turut hadir juga product owner seperti Legoland dan airlines kebanggaan Malaysia, Malaysia Airlines akan membuat business matching dengan 30 buyers (travel agent Batam),” tuturnya.

BACA JUGA:   Wakil Walikota Batam Amsakar Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan di Mall

“Acara Tourism Malaysia Virtual Travel Mart Roadshow 2021 di Batam ini dapat terlaksana karena mendapat dukungan penuh dari DPD Asita Kepulauan Riau. Tourism Malaysia mengucapkan setinggi-tingginya terima kasih dan sampai jumpa di siri kelima Virtual Travel Mart Roadshow di Bandung,” tutup Haryanty.

Sementara, Sekertaris DPD Asita Kepri, Enly Yunaeni menyambut baik digelarnya acara tersebut. Dengan harapan sama, agen-agen perjalanan wisata kedua negara bisa saling berbagi informasi dan memberikan masukan untuk sama-sama kembali bangkit akibat pandemi Covid-19.

Enly juga berharap secepatnya ke depan perbatasan Malaysia dan Indonesia kembali dibuka untuk wisatawan dan tak hanya sistem travel buble, namun dapat menyeluruh, serta dengan syarat-syarat perjalanan yang tak memberatkan. Dan yang paling penting tentunya pintu masuk tak hanya dari Jakarta saja, tapi juga bisa melalui Batam.

“Kita berharap sea VTL dibuka juga melalui Batam dan dibebaskan visa,” harapnya.(BTM /emr)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *