BTM.CO.ID, BATAM – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM) Helvi Yuni Moraza melakukan kunjungan ke Pasar Jodoh Tanjung Pantun, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Jumat (9/1/2026) pagi.
Dalam kunjungan tersebut, Wamen UMKM didampingi Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis serta Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto.
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda penataan ulang kawasan Pasar Jodoh Tanjung Pantun guna meningkatkan fasilitas, kenyamanan, serta daya saing pelaku UMKM.
Selain meninjau kondisi pasar, Wamen UMKM juga berdialog langsung dengan para pedagang di kawasan kaki lima pasar jodoh, tanjung pantun, kota batam.
Terpisah Kepada btm.co.id, pedagang mengaku mendapatkan lapak dengan cara menyewa maupun membeli dari pihak yang mengklaim sebagai pemilik lapak.
Besaran sewa lapak disebut mencapai Rp800 ribu per tahun, sementara harga jual lapak berukuran sekitar 2.5 meter x 5 meter dipatok Rp2 juta untuk penggunaan selamanya.
Salah seorang pedagang makanan yang sehari-hari berjualan soto dan sop tulang mengatakan, lapak yang ditempatinya saat ini diperoleh dengan membeli dari pemilik sebelumnya.
“Lapak ini kami sewa Rp800 ribu untuk satu tahun ke pemilik lapak. Nah, kawan saya yang jualan soto itu beli lapak Rp2 juta untuk selamanya ke pemilik sebelumnya,” ujarnya.
Meski demikian, para pedagang menyatakan mendukung rencana BP Batam untuk melakukan penataan ulang kawasan Pasar Jodoh Tanjung Pantun.
Mereka berharap penataan tersebut dapat membuat kawasan pasar lebih tertata, ramai pengunjung, dan berdampak positif bagi peningkatan pendapatan pedagang.
“Kami mendukung rencana BP Batam yang akan melakukan penataan di kawasan Jodoh ini supaya tambah ramai dan banyak pengunjung,” tutupnya. (Btm/ddr)






