BTM.CO.ID, BATAM – Jaringan Nasional Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (Jarnas Anti TPPO) mengungkapkan adanya peningkatan kasus tindak pidana perdagangan orang warga Indonesia di luar negeri.
Ketua umum Jarnas Anti TPPO Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengatakan, Saat ini kasus TPPO sangat mengkhawatirkan. Setiap tahunya jumlah korban terus bertambah.
“Kasus TPPO sangat mengkhawatirkan, bahkan di Nusa Tenggara Timur (NTT) jumlah WNI yang pulang dalam bentuk jenazah setiap tahun lebih dari 100”, ungkap Rahayu Saraswati kepada awak media Rabu (31/7/2024).
Dikatakannya, dalam banyak kasus mereka dijanjikan bekerja yang layak. Namun kenyataanya Meraka dipekerjakan sebagai kerja paksa menjadi pekerja sek komersial (PSK).
Maka dari itu, Jarnas Anti TPPO yang telah berdiri selama 6 tahun ini, hadir dan konsisten melawan kejahatan TTPO kepada anak – anak bangsa.
“Dalam memerangi dan konsisten melawan kejahatan TPPO, Kami lakukan pertemuan Nasional di Batam. Karena Batam Kepulauan Riau tidak hanya pintu masuk dan pintu keluar WNI. Namun Batam juga tempat transit WNI yang akan keluar negeri “. (Btm /ddr)