Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong, Menteri Keuangan Lawrence Wong dan Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengatakan, prioritas pihaknya beberapa bulan ke depan adalah menyiapkan Singapura untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 sebagai penyakit yang berulang dan dapat dikendalikan.
“Sudah 18 bulan sejak pandemi dimulai dan orang-orang kami lelah berperang. Semua bertanya: kapan dan bagaimana pandemi akan berakhir?” ungkap mereka, dikutip dari Straits Times, Senin (28/6/21).
Negara yang bertetangga dengan Indonesia tersebut berencana tak lagi mengumumkan kasus harian Covid-19. Kendati demikian pemerintah mendorong masyarakat untuk tes rutin sebelum pergi bekerja.
Hal itu menunjukkan virus Covid-29 akan terus bermutasi dan hidup bersama masyarakat. Dilansir dari News.com, puncak kasus Covid-19 di Singapura mencapai 600 kasus sehari terjadi di pertangah April tahun lalu.
Gelombang itu mengecil pada Agustus 2020 sampai kini stabil dengan jumlah kasus per hari sekitar 20-30. Total kematian di Singapura tercatat sebanyak 35 orang.
Negara tersebut memang memiliki kontrol perbatasan ketat, di pintu masuk negara tersebut juga dilakukan tes ketat, kemudian juga ada kebijakan untuk karantina ketat. ( Btm /*)
