Antusiasme UKW di Kepri Membludak, KJK Tambah Kelas dan Libatkan Penguji PWI Pusat

  • Bagikan
Ketua Dewan Kehormatan PWI, Atal S Depari (kiri), Ketua Umum PWI, Akhmad Munir, Sekretaris DK PWI, Nurcholis MA Basyari, Ketua Umum KJK, Ady Indra Pawennari - btm.co.id/ist

BTM.CO.ID, TANJUNGPINANG – Antusiasme wartawan di Provinsi Kepulauan Riau untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) terus menunjukkan tren positif. Memasuki hari ketiga sejak pendaftaran dibuka, jumlah calon peserta telah melampaui target awal yang ditetapkan panitia.

Semula, KJK hanya menargetkan pelaksanaan UKW sebanyak lima kelas untuk jenjang Wartawan Muda, Wartawan Madya, dan Wartawan Utama. Namun, tingginya minat peserta membuat kuota tersebut telah terisi penuh dan kini bertambah menjadi enam kelas.

Tingginya animo peserta tidak hanya berasal dari Tanjungpinang dan Bintan, tetapi juga dari sejumlah kabupaten/kota di Kepulauan Riau, termasuk Kabupaten Kepulauan Anambas. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan wartawan terhadap pelaksanaan UKW di Kepri masih sangat besar.

Salah seorang calon peserta asal Kabupaten Kepulauan Anambas, Tengku Azhar, menyambut baik inisiatif KJK yang menghadirkan kembali pelaksanaan UKW di Tanjungpinang. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi angin segar bagi wartawan di wilayah kepulauan yang selama ini harus mengeluarkan biaya lebih besar apabila mengikuti UKW di luar daerah.

BACA JUGA:  Gandeng PWI Pusat, KJK Siap Gelar UKW Mandiri di Tanjungpinang Akhir Agustus 2026

“Kami mengapresiasi PWI Pusat yang bersedia mendukung pelaksanaan UKW di Tanjungpinang. Bagi kami yang berada di daerah kepulauan, kegiatan seperti ini sangat membantu karena aksesnya lebih mudah dan tidak perlu lagi mengikuti UKW ke luar daerah dengan biaya yang cukup besar,” ujar Tengku Azhar, Kamis (30/7/2026).

Ia berharap pelaksanaan UKW dapat berjalan lancar sehingga semakin banyak wartawan di Kepulauan Riau yang memiliki kompetensi dan mampu menjalankan profesinya secara profesional sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Sementara itu, Ketua Umum KJK Ady Indra Pawennari mengaku bersyukur atas tingginya antusiasme wartawan yang ingin mengikuti UKW.

BACA JUGA:  KJK Pastikan UKW Gratis Tetap Berjalan, Utamakan Profesionalisme Wartawan

Menurutnya, respons tersebut menjadi bukti bahwa kebutuhan terhadap peningkatan kompetensi wartawan di Kepulauan Riau masih sangat tinggi.

“Alhamdulillah, memasuki hari ketiga pendaftaran, target lima kelas yang kami tetapkan sudah terlampaui. Bahkan saat ini jumlah peserta yang mendaftar sudah mencapai enam kelas. Ini menunjukkan semangat rekan-rekan wartawan untuk meningkatkan kompetensinya sangat luar biasa,” kata Ady.

Ady mengatakan, peserta yang mendaftar tidak hanya berasal dari Tanjungpinang, tetapi juga datang dari berbagai daerah di Kepulauan Riau. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan UKW memang telah lama dinantikan oleh wartawan di daerah.

“Antusiasme ini menjadi motivasi bagi kami. Apalagi UKW terakhir di Tanjungpinang diselenggarakan pada 2023. Artinya sudah cukup lama rekan-rekan wartawan menunggu kesempatan mengikuti UKW di daerah sendiri,” ujarnya.

Melihat tingginya minat peserta, Ady mengaku telah menginstruksikan panitia untuk menambah kuota pelaksanaan UKW dari semula lima kelas menjadi enam kelas agar lebih banyak wartawan dapat mengikuti uji kompetensi.

BACA JUGA:  KJK Buka Pendaftaran UKW Gratis untuk Wartawan Muda, Madya, dan Utama

“Kami tidak ingin membatasi semangat rekan-rekan wartawan yang ingin meningkatkan kapasitas dan memperoleh sertifikat kompetensi. Karena itu, kami memutuskan menambah satu kelas lagi sehingga total menjadi enam kelas,” katanya.

Menurut Ady, UKW bukan sekadar memperoleh sertifikat, tetapi merupakan bagian dari proses meningkatkan kualitas profesi wartawan, baik dari sisi kompetensi, pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik, maupun tanggung jawab dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.

“Kami berharap pelaksanaan UKW ini dapat melahirkan lebih banyak wartawan yang kompeten, profesional, dan berintegritas. Pada akhirnya, masyarakat juga yang akan memperoleh manfaat melalui produk jurnalistik yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutupnya. (Btm/r)

  • Bagikan